Kenalkan Kopi Papua, Freeport Resmikan Pojok Kopi Papua, Penikmat Bisa Racik Sendiri

Pojok Kopi Papua, Freeport
KUNJUNGI - Director, EVP Social Responsibility dan Community Development PTFI Claus Wamafma dan Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Holtikultura Alice Wanma saat mengunjungi stand kopi di peresmian 'Pojok Kopi Papua'. Foto: Mujiono/Seputarpapua

TIMIKA | PT Freeport Indonesia menyiapkan spot (titik) ‘Pojok Kopi Papua’ bagi para pecinta kopi di area kerja, seperti di Rimba Papua Hotel (RPH) dan Terminal Bandara Mozes Kilangin (lama).

Pojok Kopi Papua yang diresmikan di RPH, Rabu (26/4/2022) ini, PT Freeport Indonesia bekerjasama dengan 4 pebisnis kopi, yakni Maoke, Waanal, Amuro (produk Dinas Pertanian) dan Nereg.

Pojok Kopi Papua adalah sebuah gerai kopi yang dikelola secara bersama-sama oleh para pebisnis kopi dengan menyediakan berbagai macam kopi asli Papua yang ditanam dan di produksi di Papua.

Uniknya di ‘Pojok Kopi Papua’ tidak ada pelayan. Sehingga bagi yang ingin menikmati secangkir kopi bisa meracik sendiri sesuai petunjuk penggunaan dan pembuatan, misalnya V-60 secara gratis.

Director, EVP Social Responsibility & Community Development PTFI, Claus Wamafma mengaku sangat senang dengan momen peresmian ‘Pojok Kopi Papua’ karena mimpi menjadi kenyataan dan juga menjadi ‘quality of life’ karyawan. Dalam arti, bagaimana membuat semua pihak itu melirik Papua. Tentunya dengan mengembangkan produksi yang bersifat industri.

“Intinya momen ini merupakan mimpi besar dan kolaborasi antara Pemkab Mimika dengan PT Freeport,” kata Claus dalam sambutannya.

Kata Claus, saat ini Freeport mendukung pengembangan 5 komoditas unggulan di Mimika, yakni kopi, kakao, kelapa, pinang, dan sagu.

“Semua kami dukung 5 komoditas unggulan. Ini merupakan sinergitas antara Freeport dan Pemkab Mimika,” ujarnya.

Dikatakan, produksi kopi di Indonesia berdasarkan data 2019 sebesar US600 juta dan 2021 US809 juta. Kalau dikonversi ke rupiah dengan Rp14.000 untuk US1 dolar, maka sudah mencapai Rp11 triliun. Jika besaran itu, Papua ambil Rp 2 triliun saja maka sangat luar biasa.

Untuk itu saatnya merubah pola pikir, bagaimana mengembangkan potensi alam yang ada, bukan berpikir bagaimana cara menjadi karyawan maupun PNS.

“Sebagai karyawan di Freeport, kami harus bangun pagi pulang tengah malam. Sehingga mau minum kopi sudah tidak,” ujar Claus.

“Kedepan, kita harus mengundang para petani agar mereka mengetahui dan paham bahwa kebun kopi yang dirawat dan dipanen itu, bisa sampai disini dan dinikmati banyak orang,” ungkapnya.

Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Holtikultura Kabupaten Minika, Alice Wanma mengatakan, Pemkab Mimika menyambut baik apa yang dilakukan oleh Manajemen PTFI yang telah membantu masyarakat dalam pembinaan dan pengembangan kopi. Apalagi kopi ini adalah tanaman budidaya di Mimika, sehingga bisa meningkatkan ekonomi.

“Data di kami, tahun 2000 kopi sudah dibudidayakan di Distrik Tembagapura dan Hoeya dengan luasan 33 hektar. Tapi ada kesulitan yang dihadapi, khususnya terkait akses transportasi, apalagi kopi tidak bisa bertahan lama. Sehingga kurang maksimal,” katanya.

Namun, beberapa tahun ini sudah ada kolaborasi antara Pemkab Mimika dengan PT Freeport Indonesia dalam pengembangan ekonomi masyarakat untuk 5 komoditas.

Karenanya diharapkan kolaborasi program bisa terus ditingkatkan, untuk peningkatan perekonomian masyarakat.

“Kedepan, selain membeli produk kami juga membuat pembibitan. Sehingga masyarakat, khususnya OAP lebih semangat dalam meningkatkan produktifitas. Dan mudah-mudahan, 3 tahun kedepan produknya bisa mencapai ton,” ungkapnya.

Sedangkan perwakilan pelaku usaha kopi, Steve Matukesstmengatakan, pihaknya sangat senang dengan program ini. Dimana pelaku usaha dapat diberikan peluang mengenalkan kopi Papua. Karena selama ini yang terkenal adalah kopi Dari Toraja maupun Aceh.

Apalagi melalui program ini, mengenalkan dan mengajarkan kepada masyarakat untuk bisa membuat atau menyeduh sendiri kopi-kopi dengan citarasa tinggi, misalnya dengan V-60.

“Intinya kami senang sekali dan berharap, kopi Papua lebih dikenal di kancah nasional maupun internasional,” ungkapnya.

reporter : Mujiono
editor : Mish

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.