seputarpapua.com

Kepada 2 Lembaga Adat, Tony Wenas: Peralihan Tambang, Produksi Menurun

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Helena Beanal mewakili tokoh perempuan dari Lemasa menyerahkan susunan program kepada Presdir PTFI, Tony Wenas
Helena Beanal mewakili tokoh perempuan dari Lemasa menyerahkan susunan program kepada Presdir PTFI, Tony Wenas. Foto: PTFI/Seputarpapua

TIMIKA | Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI), Tony Wenas mengatakan, peralihan
operasional tambang terbuka (open pit) ke tambang bawah tanah berdampak pada volume produksi.

Hal lain juga terkait dampak
pandemi Covid-19 yang sangat berpengaruh terhadap operasional perusahaan, sehingga dilakukan
penyesuaian-penyesuaian di dalam lingkungan kerja.

Meski demikian kata dia, komitmen perusahaan yang saat ini 51 persen sahamnya dikuasai Pemerintah Indonesia melalui PT Inalum, tidak akan mempegaruhi komitmen Freeport terhadap masyarakat, termasuk penyaluran dana kemitraan.

Pernyataan ini disampaikan Tony Wenas kepada dua Lembaga Adat di Mimika, Lemasa (Lembaga Musyawarah Adat Suku Amungme) dan Lemasko (Lembaga Musyawarah Adat Suku Kamoro) dalam pertemuan di Rimba Papua Hotel, Rabu (6/4/2021).

”Seperti telah diketahui bersama bulan Desember 2018,
pemerintah melalui Inalum resmi memiliki saham PTFI 51 persen. Meskipun terjadi perubahan dalam
kepemilikan saham, namun PT Freeport Indonesia tetap memegang teguh komitmennya kepada
masyarakat, termasuk dana kemitraan untuk pengembangan masyarakat dan juga terhadap dua lembaga adat yang merupakan mitra perusahaan, yaitu Lemasa dan Lemasko,” ujar Tony melalui siaran pers, Jumat (9/4/2021).

Terkait dengan pandemi Covid-19, dikatakan, perusahaan secara terus menerus mensosialisasikan
protokol kesehatan dan bekerja sama dengan pemerintah daerah melalui dinas kesehatan untuk melakukan pencegahan penyebaran Covid-19.

Ketua Lemasko, Gregorius Okoare menegaskan, pihaknya mendukung perubahan LPMAK menjadi YPMAK. Lemasko juga mendukung penuh operasional PTFI termasuk proses AMDAL dan program pemanfaatan tailing oleh pemerintah.

“Kami dari lembaga adat mendukung sepenuhnya PT Freeport Indonesia untuk tetap beroperasi di Timika,” katanya.

Gregorius Okoare juga memaparkan beberapa program dan kontribusi lembaga kepada masyarakat Kamoro dibidang pendidikan, kesehatan dan ekonomi.

Senada dengan Gerry Okoare, Ketua Lemasa Stingal Johny Beanal juga mengatakan, beasiswa yang diberikan kepada anak-anak Suku Amungme dan Kamoro melalui program pendidikan bisa menghasilkan sumber daya
manusia unggul.

”Lemasa dan Lasko akan
menjadi honai besar untuk menyuarakan suara masyarakat Amungme-Kamoro,” ujar Stingal.

Reporter: Mujiono
Editor: Misba
Berita Terkait
Baca Juga