Kepala Badan Karantina Pertanian Pusat Ingatkan Warga Mimika Untuk Kembangkan Pertanian

Kepala Badan Karantina Pertanian Indonesia, Ir.Bambang M.M saat melihat tanaman lokal di Mimika (Foto: Kristin Rejang/Seputarpapua)
Kepala Badan Karantina Pertanian Indonesia, Ir.Bambang M.M saat melihat tanaman lokal di Mimika (Foto: Kristin Rejang/Seputarpapua)

TIMIKA | Kepala Badan Karantina Pertanian Indonesia, Ir. Bambang M.M mengajak seluruh pihak di Mimika agar mendorong keunggulan pangan lokal yang ada di Papua.

Salah satunya adalah keladi yang sangat baik jika dikonsumsi sebagai pengganti karbohidrat.

“Misalnya di Mimika bisa mendorong keunggulan keladi untuk makanan masa depan cocok untuk yang butuh diet itu, bisa diolah seperti beras yang menjadi makanan yang tidak membuat kita gemuk, nutrisinya lebih lengkap,” kata Bambang ketika diwawancarai di Timika, Rabu (7/9/2022).

Dijelaskan Bambang, saat ini Presiden dan jajarannya sedang mengakselerasi gerakan pengembangan pertanian.

Sebab menurutnya, capaian produksi beras di Indonesia sudah swasembada dan tiga tahun tidak ekspor. Kemudian selanjutnya, 2023 pemerintah juga targetkan untuk bisa swasembada jagung.

“Secara khusus untuk Mimika kita laksanakan gelar siaga ketahanan pangan menandai gerakan seluruh masyarakat Mimika untuk melaksanakan kegiatan pengembangan pertanian untuk perkebunannya, holtikultura. Tanaman pangan ada banyak disini produk alternatif untuk mengganti karbohidrat, ada keladi, sagu, dan tanaman musiman banyak sekali yang bisa menghasilkan makanan pengganti karbo itu dikembangkan disamping kita juga kembangkan padi jagung,” jelasnya.

Ia juga mengatakan, beberapa tahun terakhir ini Indonesia telah mencapai progres kemajuan bidang pertanian.

Ekspor terus alami peningkatan, mulai tahun 2019 menghasilkan Rp390 triliun, tahun 2020 meningkat menjadi Rp450 triliun, dan tahun 2021 naik menjadi Rp625 triliun.

“Mimika punya potensi sumber daya yang luar biasa, keterbatasan lahan di Jawa, pasar besar di sana menantikan produk produk pertanian dari Mimika,” katanya.

Menurutnya, di Mimika harus lebih produktif lagi, sebab potensi sumber daya alam juga menjanjikan. Namun dengan Mimika daerah tambang ia berpesan agar jangan lengah dengan SDA itu.

“Ajak semua lapisan masyarakat untuk lakukan kebaikan dengan sumber daya alam tambang kita jadikan kekuatan kita untuk bangun pertanian karena potensi tambang itu akan habis. Ketika tambang habis kemudian tidak siap dengan kekuatan SDA yang berkelanjutan dari pertanian maka akan ada kesusahan, kelaparan menghadapi kita kemudian hari untuk itu harus ada gerakan pengembangan pertanian,” ungkapnya.

Indonesia saat ini sedang gencar mendorong pertanian, sebab tantangan di depan, yakni krisis iklim, pangan.

“Kondisi iklim kedepan tidak biasa-biasa saja, mungkin akan kekeringan akan banjir. Semua masyarakat di dunia sedang mempersiapkan itu, dan tidak terlepas itu harus kita disini turut ambil bagian mempersiapkan, bukan hanya untuk kebutuhan Mimika tapi sekaligus kontribusi Mimika untuk Indonesia mudah mudah ini tidak terjadi. Tapi prediksi para pemikir besar ahli dunia mengingatkan kepada kita untuk itu kita harus siap,” pungkasnya.

 

Tanggapi Berita ini
reporter : Kristin Rejang
editor : Aditra

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.