Kepala LLDIKTI: Meski Tak Punya Emas, Bupati Biak Numfor Anggarkan Rp1 Miliar untuk PT

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
SAMBUTAN | Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XIV Papua – Papua Barat, Dr. Suriel Mofu saat beri sambutan di Sidang Terbuka Senat Untim, Kamis (17/12).
SAMBUTAN | Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XIV Papua – Papua Barat, Dr. Suriel Mofu saat beri sambutan di Sidang Terbuka Senat Untim, Kamis (17/12).

LLDIKTI XIV saat ini membawahi 70 Perguruan Tinggi di Papua dan Papua Barat. Dari 70 ini, 5 merupakan PTN dan 65 merupakan PTS.

Untuk di Timika, terdapat lima PTS yang disebutkan Mofu sebagai kampus yang legal di bawah kendali dan koordinasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Perguruan Tinggi itu yakni, Universitas Timika, Politeknik Amamapare, STKIP Hermon, STIP Terang Bangsa dan STIE Jambatan Bulan.

“Saya kasih tahu, lima yang tadi saya sebut itu resmi, legal dan sah,” tegasnya.

Menurutnya, perbedaan mendasar terletak pada sumber pembiayaan kampus antara PTN dan PTS. Bila PTN dibiayai oleh Pemerintah melalui kementrian, PTS menghimpun dana melalui biaya yang dibayarkan mahasiswa kepada kampus.

“Bedanya ini (PTN), Menteri yang keluarkan tanda tangan, Menteri sendiri keluarkan uang. Di swasta, tanda tangan dan cap dari Menteri, tapi biaya dari orang tua (mahasiswa),” tuturnya dalam canda.

Menurutnya ijazah yang diterbitkan oleh PTS di Timika dapat dipakai untuk mendaftar pekerjaan serta untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi.

“Ijazah dapat dipakai untuk melamar pekerjaan atau melanjutkan pendidikan saudara ke jenjang lebih tinggi, baik di dalam maupun di luar negeri,” pungkasnya.

 

Reporter: Yonri Revolt
Editor: Batt
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Berita Terkait
Baca Juga