Kepala OPD Dihimbau Data ASN Belum Divaksin

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Yulianus Sasarari (Foto: Kristin Rejang/Seputarpapua)

TIMIKA | Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkab Mimika yang belum divaksin dihimbau untuk didata Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tempatnya bekerja.

Asisten I Bidang Pemerintah dan Kesejahteraan, Yulianus Sasarari mengatakan, sesuai hasil evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat pada Rabu (18/8/2021) diketahui banyak ASN belum divaksin.

Karena evaluasi tersebut, pada Jumat minggu lalu dilaksanakan kembali Vaksinasi di Pusat Pemerintahan.

“Dalam pelaksanaan vaksinasi di Puspem ada sekitar 40 atau 50 ASN yang divaksin,” katanya di Timika, Senin (23/8/2021).

Selanjutnya ia menghimbau masing-masing kepala OPD mendata ASN yang belum divaksin.

“Yang lebih tau itu harus ada pendataan ulang oleh para pimpinan OPD baik yang ada di Puspem maupun di luar (kantor Puspem,red) Karena kita ini sebagai pemerintah daerah kita menyampaikan, menyuarakan kepada masyarakat tapi kita sendiri juga masih ada yang belum divaksin,” katanya.

Ia mengatakan, vaksin tidak dipaksakan dan kembali kepada diri sendiri, namun semua mempunyai tanggungjawab bersama untuk saling melindungi.

“Memang tidak dipaksa namun perlu untuk dilakukan himbauan. Jangan hanya karena faktor ketakutan atau faktor lain, atau karena masih berpengaruh terhadap apa yang dia didengar dari orang, sehingga membuat dia masih ragu untuk bawa diri agar divaksin,” ucapnya.

Ia mengimbau agar jangan takut untuk divaksin. Karena semua akan melalui proses screening.

“Yang PNS di Puspem masih takut takut vaksin, usahakan bawa diri, jujur kasih tau saya sakit apa, supaya nanti diberikan penjelasan oleh para petugas medis yang nanti memberikan vaksin,” ujarnya.

Yulianus juga menyampaikan saat ia ikut menjaga di titik penyekatan, dirinya mengakui masih ada oknum ASN yang melanggar.

“Saya yang jaga, ada pegawai negeri yang masih berkeliaran. Kita harusnya malu kalau masih terus dicegat oleh para petugas di malam hari. Kecuali ada kepentingan terdesak,” pungkasnya.

reporter : Kristin Rejang
editor : Mish

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.