Kepolisian Mimika akan Periksa Petugas Rumah Sakit Terkait Kasus Pembuangan Bayi

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
SERAHKAN | Petugas Kepolisian menyerahkan bayi dalam kardus kepada pihak medis di RSMM Caritas untuk ditangani. (Foto: Ist/Seputarpapua)
SERAHKAN | Petugas Kepolisian menyerahkan bayi dalam kardus kepada pihak medis di RSMM Caritas untuk ditangani. (Foto: Ist/Seputarpapua)

Inilah yang menjadi dasar penyidik untuk mendalami kasus ini lebih jauh lagi. Karena berdasarkan informasi, security yang jaga saat itu melihat keduanya keluar dari belakang, bukan melalui pintu depan. Namun security tersebut tidak berbuat apa-apa, karena dipikir adalah tamu (pembesuk) para pasien yang dirawat di rumah sakit itu.

Ditambah lagi, dengan kondisi persalinan yang prematur itu, apakah pelaku ini mengambilnya secara diam-diam atau bagaimana. Biasanya, setelah persalinan ada perlakuan khusus terhadap bayi yang lahirnya prematur. Walaupun keduanya sudah menyelesaikan biaya administrasi sebesar Rp3,8 juta.

“Hal-hal inilah yang masih kami dalami, dengan akan melakukan pemanggilaan terhadap petugas atau perawat, serta memeriksa CCTV untuk mengetahui gerak-gerik pelaku saat ambil bayi dan kemudian dibuang,” terangnya.

Ia menambahkan, pembuangan bayi ini dilakukan, karena keduanya takut diketahui oleh keluarga. Dimana kedua pasangan ini sudah lama berpacaran, dan mungkin terlalu dalam serta berlebihan, sampai-sampai pasangan perempuan hamil.

“Kami tetap proses kasus ini, dan sekarang masih diperiksa oleh penyidik,” ujarnya.

Reporter: Mujiono
Editor: Batt
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Berita Terkait
Baca Juga