Kepolisian Mimika Bubarkan Aksi Pemalangan Jalan di TPU SP 1

BONGKAR | Aparat kepolisian saat membongkar palang jalan yang dilakukan oleh sekelompok masyarakat yang tinggal di belakang TPU SP 1. (Foto: Muji/SP)
BONGKAR | Aparat kepolisian saat membongkar palang jalan yang dilakukan oleh sekelompok masyarakat yang tinggal di belakang TPU SP 1. (Foto: Muji/SP)

TIMIKA | Aparat Kepolisian terpaksa membubarkan secara paksa pemalangan jalan yang dilakukan warga sekitar Tempat Pemakaman Umum (TPU) SP1, Kelurahan Komoro Jaya, Distrik Wania, Kabupaten Mimika, Papua, Senin (13/4) sekitar pukul 12.00 WIT

Polisi menilai aksi pemalangan ini sudah sangat menganggu aktifitas masyarakat lainnya sehingga harus dbubarkan.

Kapolsek Mimika Baru, Kompol Sarraju mengatakan, selain karena sangat menggangu aktifitas masyarakat lainnya, pembubaran ini juga sebagai bentuk penegakan Maklumat Kapolri Nomor Mak/2/III/2020 Tentang Kepatuhan Terhadap Kebijakan Pemerintah dalam Penanganan Penyebaran Virus Corona.

Salah satu poinnya meminta untuk tidak mengadakan kegiatan yang mengumpulkan orang dalam jumlah banyak, baik di tempat umum maupun di lingkungan sendiri.

“Kami terpaksa bubarkan, karena sangat menggangu aktifitas masyarakat dan bertentangan dengan Maklumat Kapolri,” kata Kapolsek.

Meski demikian, kata Kapolsek,
ini merupakan persoalan yang perlu diseriusi, terkait maraknya wabah virus corona. Dimana banyak masyarakat yang masih belum mengetahui hal tersebut, sehingga merasa kuatir sehingga mengambil langkah-langkah sendiri yang memunculkan masalah baru

IKLAN-TENGAH-berita

“Karenanya, harus ada kerja keras dari semua unsur untuk memberikan pemahaman dan edukasi kepada masyarakat,” kata Kapolsek.

Sebelumnya, Puluhan warga yang bermukim di belakang Tempat Pemakaman Umum (TPU) SP1, Kelurahan Kamoro Jaya, Distrik Wania, Kabupaten Mimika, Papua, Senin (13/4) memalang jalan menuju pekuburan tersebut.

Mereka menolak pasien positif Covid-19 dikebumikan di pemakaman itu dengan alasan kesehatan dan nyawa manusia yang bermukim di sekitar pekuburan tersebut.

Pemalangan dilakukan dengan cara menutup jalan dengan batang pohon dan dedaunan. Adapula sebuah papan yang diletakkan di tengah jalan dengan tulisan “Kami masyarakat SP 1 Pemalangan TPU SP 1, Kami larang tidak boleh bawa mayat kena Corona”.

Selain menolak pasien Covid-19 dikebumikam di TPU SP1, masyarakat juga meminta agar pemerintah membangun saluran pembuangan di belakang kuburan, air bersih di lima titik, bantuan logistik dan makanan minuman.

 

Reporter: Mujiono
Editor: Batt

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar