seputarpapua.com

Kesaksian Kepala SMPN 1 Beoga, Saksi Mata Kekejaman KKB Terhadap Guru Yonatan

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
ANGKAT | Peti berisi jenazah Yonatan Renden diangkat petugas kamar jenazah RSUD Mimika untuk dimandikan dan dilakukan pemulasaraan, Sabtu (10/4/2021). (Foto: Saldi/Seputarpapua)
ANGKAT | Peti berisi jenazah Yonatan Renden diangkat petugas kamar jenazah RSUD Mimika untuk dimandikan dan dilakukan pemulasaraan, Sabtu (10/4/2021). (Foto: Saldi/Seputarpapua)

TIMIKA | Kepala Sekolah (Kepsek) SMP Negeri 1 Beoga, Kabupaten Puncak, Papua, Junedi Arung Sulele, membeberkan kesaksiannya atas penembakan guru Yonatan Renden (28) oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) pada Jumat, 9 April 2021.

Junedi yang ditemui awak media di kamar jenazah RSUD Mimika, Sabtu (10/4/2021), mengatakan bahwa peristiwa penembakan guru Yonatan terjadi tepat didepan rumahnya.

Saat itu, Jumat sore, Junedi bersama almarhum Yonatan pulang ke rumah untuk mengambil terpal, yang kebetulan juga Yonatan bersama Junedi tinggal bersama dalam satu rumah.

Mereka juga yang mengurus jenazah guru Oktovianus Rayo (40) yang meninggal dunia akibat ditembak KKB pada Kamis, 8 April 2021.

Junedi dan Yonatan bermaksud mengambil terpal untuk membungkus peti jenazah Oktovianus, lantaran setelah ditangani pihak medis Puskesmas Beoga, jenazah tidak di formalin dan belum bisa di evakuasi.

“Setelah kami pulang, ternyata di depan rumah kami dapat tembakan,” tutur Junedi.

Beruntung, saat penembakan itu Junedi berhasil menghindar, sementara Yonatan terkena tembakan pada bagian badan.

“Ini (Yonatan) kasian kena, puji Tuhan saya masih bisa lolos,” ujarnya.

Berita Terkait
Baca Juga