Keterbatasan Anggaran, Bagian SDM Pemda Mimika Tunda Rekrut Mahasiswa Baru untuk Dapat Beasiswa

Kabag SDM Kabupaten Mimika, Mathinus Nuboba. Foto: Kristin Rejang/Seputarpapua

TIMIKA | Kepala Bagian Sumber Daya Manusia (SDM) Setda Kabupaten Mimika, Papua, Marthinus Nuboba mengatakan, tahun ini pihaknya belum bisa merekrut Mahasiswa Baru untuk memperoleh Beasiswa dari pemerintah.

Hal ini disebabkan keterbatasan anggaran yang dimiliki oleh instansi yang dipimpinnya.

“Tahun 2022 mengenai bantuan bantuan itu untuk operasional ada, pemondokan atau kontrakan ada. Kemudian bantuan biaya ada, tapi Perekrutan mahasiswa kembali belum ada. Masih belum ada petunjuk jadi masih tunggu,” jelas Marthinus saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (18/1/2011).

Dijelaskan, salah satu yang menjadi prioritas pada tahun ini adalah perbaikan asrama di beberapa kota studi yang mengalami kerusakan seperti Jayapura, Bandung, Manado, Manokwari, Semarang, yang mengalami rusak berat maupun ringan.

“Memang ada asrama milik pemda yang sebagian besar rusak. Mudah mudahan tahun depan bisa diperbaiki. Tapi saya belum bisa pastikan. Sebenarnya kita prioritas asrama tapi belum ada anggaran jadi belum bisa buat apa-apa,” ujarnya.

Mengenai anggaran untuk bantuan kuliah bagi mahasiswa yang sedang menjalankan beasiswa, pihaknya belum memastikan berapa yang akan digelontorkan sebab masih menunggu Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) 2022.

“Anggaran untuk bantuan kuliah itu nanti kami sesuaikan dengan anggaran, yang penting tahun ini ada,” katanya.

Saat ini mahasiswa yang diberikan bantuan sebanyak 738 yang tersebar di 206 kampus baik di dalam negeri maupun luar negeri. Namun angka ini sudah berkurang karena ada beberapa mahasiswa yang sudah menyelesaikan studinya pada tahun 2021 lalu.

“Tahun kemarin yang wisuda sudah ada sampai sekarang khususnya untuk umum kami belum bisa update secara baik, tapi yang STIPAN yang lulus itu ada 11 orang jadi angkanya sudah berkurang, yang STIPAN itu jika sudah selesai kami juga minta agar skripsinya diserahkan ke kami,” kata Marthinus.

Sementara mengenai monitoring ke kota study, ia belum bisa memastikan karena masih menunggu anggaran pasti.

“Untuk monitoring, kami akan usahakan, tapi belum bisa dipastikan,” pungkasnya.

reporter : Kristin Rejang
editor : Batt

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.