Ketua DPRD Mimika Nilai Penerapan ‘New Normal’ di Papua Belum Bisa di Bulan Juni

Ketua DPRD Mimika, Robby Kamaniel Omaleng (Foto: Aditra/SP)
Ketua DPRD Mimika, Robby Kamaniel Omaleng (Foto: Aditra/SP)

TIMIKA | Ketua DPRD Mimika Robby Kamaniel Omaleng menilai penerapan ‘new normal’ di tengah pandemi Covid-19 belum bisa dilakukan di bulan Juni 2020.

Bukan tanpa alasan, karena menurut Robby, kasus Covid-19 di Papua baru ditemukan pada Maret lalu, dan puncaknya baru terjadi di bulan Mei.

“Kalau kita melihat dengan geografis daerah, sehingga di Papua ini sangat terakhir baru kena Covid-19 dengan beberapa klaster dari Gowa, Lembang. Sehingga kami baru dua bulan,” kata Robby di Timika, Jumat (29/5).

Robby menilai, penerapan ‘new normal’ atau tatanan kehidupan baru bisa dilakukan di Papua pada Juli.

Pembatasan Sosial Diperluas dan Diperketat (PSDD) diharapkan dapat diperpanjang 14 hari lagi, sehingga penjaringan kasus Covid-19 bisa segera ditemukan.

Disamping itu, dengan PSDD ini dapat memutus mata rantai penularan Covid-19.

“New normal itu belum bisa di Papua. Mungkin diundurkan satu bulan baru bisa. Dari pemerintah mudah-mudahan merespon dengan ini harus ada perpanjang mungkin 14 hari lagi,” ujar Robby.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal mengatakan, kebijakan pemerintah pusat untuk ‘new normal’ di tengah pandemi Covid-19 dalam konteks nasional.

Sementara di daerah, kebijakan akan disampaikan oleh kepala daerah, tentunya dengan melihat kondisi objektif daerahnya masing-masing.

Prev1 of 2

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar