Ketua Lemasko Polisikan Sejumlah Oknum atas Tuduhan Dugaan Pencemaran Nama Baik

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Gery Okoare berfoto dengan kuasa hukum usai memberikan keterangan kepada wartawan. (Foto: Anya Fatma/Seputarpapua)
Gery Okoare berfoto dengan kuasa hukum usai memberikan keterangan kepada wartawan. (Foto: Anya Fatma/Seputarpapua)

TIMIKA | Ketu Lembaga Masyarakat Suku Kamoro di Kabupaten Gregorius Okoare atau Gery Okoare telah melaporkan sejumlah oknum ke Satuan Reskrim Polres Mimika, Senin (8/11/2021) atas tuduhan dugaan pencemaran nama baik.

Oknum-oknum ini diantaranya HA, FT, PY, YT, TA, YP dan SN.

Kata Gery, laporan ini dilayangkan setelah para oknum yang sebelumnya ialah anggota Lembaga Masyarakat Suku Kamoro (Lemasko) ini melakukan aksi demo di Kantor DPRD Mimika pada 25 Oktober lalu.

Dalam demo tersebut, HA dan rekan-rekannya membuat pernyataan bahwa Gery Okoare ialah terdakwa atas kasus besi tua dari PT Freeport Indonesia.

Padahal, kata Gery, HA dan rekannya sudah dipecat dari Lemasko sejak bulan Maret lalu. Sehingga tidak lagi berhak dan kapasitas untuk menceritakan tentang kelembagaan.

Sebelumnya kata Gerry pada 21 Oktober HA sempat membuat permohonan untuk demo di Mile 28 tetapi ditolak.

Kemudian menyurat ke Polres Mimika untuk melakukan demo damai di Kantor DPRD Mimika pada 25 Oktober.

“Demo itu ada pernyataan dia menyatakan bahwa saya terdakwa. Saya kapan didakwakan? Selama hidup saya tidak pernah didakwakan, meja hijau mana? Salah saya dimana? Mana surat dakwaan untuk saya,” jelas Gery kepada wartawan di kantornya, Jalan Budi Utomo, Senin (8/11/2021).

Dari demo tersebut, ada media-media yang membuat beritanya tanpa menkonfirmasi kepada Gery sebagai pihak yang tertuduh.

Tuduhan ini berkaitan dengan permasalahan pengelolaan besi tua dari PT Freeport yang kata Gery masalahnya sudah sekitar 5 sampai 6 tahun lalu dan terdakwanya itu orang lain.

“Kalau saya didakwa pasti saya ada juga suratnya,” tuturnya.

Menurutnya hal ini sudah termasuk dalam pencemaran nama baik karena dia merasa tidak pernah melakukan tindakan pelanggaran hukum.

“Saya merasa dirugikan dalam tulisan itu karena saya ditulis menjadi terdakwa, Maka saya lakukan langkah hukum yaitu Hendrikus cs saya laporkan ke Polres Mimika. Saya sudah laporkan secara resmi hari ini di Reskrim,” ungkap Gerry.

Dalam pelaporan itu, Gery memberikan kuasa hukum kantor pengacara Albert Bolang dan Eus Berkasa.

Ia juga sudah mengumpulkan bukti-bukti berupa surat yang dibuat oleh Hendrikus dan rekannya dan juga bukti lainnya. Ia menegaskan bahwa itu adalah fitnah.

Ia berharap Kapolres Mimika dan jajarannya bisa mengembangkan dan melakukan penyelidikan baik terkait permasalahan ini.

“Ini namanya pencemaran nama baik saya. Saya mau masukan orang ini ke penjara semua sebagai hadiah tahun baru untuk orang-orang ini,” katanya.

Gery menambahkan, secara umum banyak orang selalu jika ada masalah ketika meminta langsung masalah selesai. Namun permasalahan ini kata dia akan diteruskan diranah hukum agar menjadi efek jera.

“Minta maaf boleh saya maafkan, tapi proses hukum tetap lanjut,” ujarnya.

Kuasa Hukum dari Kantor JLF milik Albert Bolang menegaskan bahwa kliennya tidak pernah menjadi terdakwa atas kasus apapun.

Untuk itu pihaknya sudah membuat laporan kepada pihak berwenang.

“Sesuai LP/b/621/11/2021/SPKT/polresmimika kami telah melakukan laporan polisi, kami menunggu tindak lanjut dari kepolisian,” tuturnya.

Sementara Wakil Ketua Lemasko, Benediktus Iripiaru menyampaikan kekecewaan terhadap HA dan rekannya yang telah membuat pernyataan yang adalah pencemaran nama baik terhadap Gerry Okoare.

Menurutnya, menjadi terdakwa berarti seseorang telah membuat pelanggaran hukum dan telah diputuskan oleh pengadilan.

“Sementara Pak Gery tidak pernah, ini pencemaran nama baik, sehingga kami lembaga adat mendukung langkah yang dilakukan Pak Gery yang melapor dan memberikan tindakan hukum kepada mereka yang melakukan tuduhan yang tidak mendasar,” jelasnya.

Hal senada juga disampaikan Wakil Ketua DPA Lemasko, Siprianus Operawiri bahwa Gerry tidak pernah menjadi terdakwa.

“Kami masyarakat Kamoro tidak pernah dengar bahwa Pak Gery masuk atau sidang hal apapun menyangkut masalah pribadi atau masalah apapun kami tidak pernah dengar,” ungkapnya.

Menurutnya, HA dan rekannya yang bukan lagi pengurus Lemasko telah melakukan kesalahan dengan membuat pernyataan tersebut dan mencampuri urusan Lemasko.

Reporter: Anya Fatma
Editor: Mish

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Berita Terkait
Video Seputar Papua TV Terbaru
1/10 videos
Satpam Palang Pasar Sentral Timika Buntut Pemberhentian Hononer
Satpam Palang Pasar Sentral Timika Buntut Pemberhentian Hononer
Pelajar SMK di Timika Curi Uang Rp40 Juta Beli Sepeda Motor dan Traktir Teman
Pelajar SMK di Timika Curi Uang Rp40 Juta Beli Sepeda Motor dan Traktir Teman
Anak Muda Timika Jadi Pemakai dan Produsen Ganja Sintetis, Polisi Beri Atensi
Anak Muda Timika Jadi Pemakai dan Produsen Ganja Sintetis, Polisi Beri Atensi
Polisi Bongkar Pabrik Ganja Sintetis Milik Pemuda 19 Tahun
Polisi Bongkar Pabrik Ganja Sintetis Milik Pemuda 19 Tahun
Oknum Guru Ngaji di Timika Diduga Cabuli 5 Muridnya
Oknum Guru Ngaji di Timika Diduga Cabuli 5 Muridnya
Kasus Pencurian di Mimika Dominasi Tahun 2021
Kasus Pencurian di Mimika Dominasi Tahun 2021
Pemkab Mimika Gelar Ibadah Lepas Sambut Tahun 2021-Tahun Baru 2022
Pemkab Mimika Gelar Ibadah Lepas Sambut Tahun 2021-Tahun Baru 2022
Kaleidoskop Papua 2021   Rangkaian Peristiwa Sepanjang Tahun 2021 di Papua
Kaleidoskop Papua 2021 Rangkaian Peristiwa Sepanjang Tahun 2021 di Papua
Warga di Mimika Ikut Vaksinasi dapat Sepeda Motor
Warga di Mimika Ikut Vaksinasi dapat Sepeda Motor
Kepolisian Mimika Sita Ribuan Petasan dari Pedagang Eceran Tak Berizin
Kepolisian Mimika Sita Ribuan Petasan dari Pedagang Eceran Tak Berizin
Baca Juga