Keuskupan Timika: Warga Bilogai-Intan Jaya Masih Mengungsi di Gereja

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Vikaris Jenderal Keuskupan Timika, Pastor Andreas Madya Srijanto, SCJ (Foto: Kristin Rejang/ Seputar Papua)
Vikaris Jenderal Keuskupan Timika, Pastor Andreas Madya Srijanto, SCJ (Foto: Kristin Rejang/ Seputar Papua)

TIMIKA | Hingga saat ini, Keuskupan Timika menerima laporan bahwa masih terdapat pengungsi di Bilogai, Intan Jaya, Papua buntut dari konflik bersenjata antara TNI-Polri dan kombatan yang dalam versi Polri disebut Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

“Informasi yang kami dapatkan, awalnya yang berkumpul di Bilogai awalnya memang ada 600 warga,” terang Vikaris Jenderal Keuskupan Timika, Pastor Andreas Madya Srijanto, SCJ kepada Seputar Papua di Keuskupan Timika, Rabu (24/2/2021).

Namun Andreas juga mengakui bahwa jumlah pengungsi tidak menetap karena beberapa ada yang memilih kembali pulang. Tapi ada juga memilih mengungsi kembali ke gereja.

“Tapi juga kadang ada berkurang, ada bertambah. Yang tadi informasi yang saya dapatkan ada sekitar seribuan (pengungsi),” jelasnya.

Pihak Keuskupan juga mengakui adanya info yang beredar bahwa para pengungsi sudah pulang ke rumah masing-masing dan tidak kembali lagi. Tapi menurutnya, pengungsi yang sudah pulang mungkin merupakan warga yang tinggal di sekitar gereja.

“Tergantung situasi. Jadi mereka bisa datang lagi ke gereja untuk mengamankan diri,” tuturnya.

Ia juga menekankan dalam konflik tersebut, yang paling menjadi korban ialah ibu dan anak-anak yang tidak dapat lagi melakukan aktivitas sehari-sehari akibat konflik bersenjata tersebut.

“Ibu dan anak yang paling menjadi korban pertama,” tekannya.

1 23 ... 5Next »
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Berita Terkait
Baca Juga
Dapatkan Notifikasi ?    Ya Nanti