Kiat Menyusun Anggaran Khusus Belanja Bahan Makanan

Ilustrasi (Foto: Freepik.com)
Ilustrasi (Foto: Freepik.com)

TIMIKA | Peneliti Ekonomi Kesehatan Mutia A. Sayekti, S.Gz, MHEcon dalam webinar “Cerdas Atur Pengeluaran Agar Gizi Anak Optimal”, memberikan kiat praktik sederhana dalam membuat anggaran khusus belanja bahan makanan yang bisa diterapkan sehari-hari.

Dikutip dari Antara, Mutia menyarankan untuk belanja bahan makanan, sebaiknya produk lokal, di tempat terdekat.

Bila ternyata tempat-tempat terdekat dari rumah tidak menyediakan bahan makanan berkualitas, ada kiat lain yang bisa dipraktikkan: membeli dalam jumlah besar.

Ini bisa dipraktikkan bila Anda telah membuat rencana menu masakan selama beberapa hari, entah itu untuk tiga hari atau untuk sepekan.

Setiap keluarga punya metode dan cara mempersiapkan makanan yang berbeda-beda, sehingga semua disesuaikan dengan gaya setiap orang. Setelah mengetahui menu apa saja yang akan dibuat, tentu individu bisa menentukan bahan makanan apa saja yang harus dibeli.

“Kalau beli bahan makanan dalam jumlah besar, harus direncanakan menu masakannya. Diharapkan walau beli agak jauh tapi bagus kualitas dan anggaran lebih terkontrol,” kata dia.

Dia mengingatkan untuk tetap menyertakan protein hewani, selain protein nabati, yang mudah dijangkau untuk dimasukkan ke dalam menu harian serta variasi konsumsi sayur serta buah. Protein hewani, kata dia, penting untuk pertumbuhan anak serta perbaikan imunitas tubuh.

“Kalau waktu masak tidak banyak, bisa┬ámeal preparation,” katanya.

Menyiapkan makanan setelah matang untuk disimpan lalu dikonsumsi saat waktu terbatas dapat menghemat waktu untuk orang-orang yang tidak leluasa menghabiskan waktu lama di dapur.

Sebagai contoh, estimasi belanja bahan makanan untuk 3-5 hari dalam keluarga berisi dua orang dewasa dan dua anak berisi protein hewani yang terdiri dari ayam, telur, ikan kembung dan susu.

Sementara itu, protein nabati terdiri dari oncom, kacang tolo dan tahu dan sayur terdiri dari kangkung, pepaya muda, terong. Masukkan pula rencana anggaran untuk bumbu, minyak dan gas serta air mineral, terutama bila Anda mengonsumsi air minum dalam galon isi ulang.

Kebutuhan air mineral, kata Mutia, kerap tidak dihitung karena sudah masuk dalam kebutuhan rutin. Dengan memasukkannya ke dalam anggaran, maka rencana keuangan serta apa yang digelontorkan akan sesuai. Selain itu, individu bisa memastikan konsumsi air mineral sesuai dengan kebutuhan yang harus dipenuhi.

Ia menambahkan penting juga untuk mengetahui daftar bahan makanan penukar untuk membuat makanan yang bervariasi dengan gizi yang sama.

Tanggapi Berita ini

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.