Kisah Alion Belau, Captain Pilot yang Menginspirasi: Berawal Dari Sering ke Bandara

Captain Pilot, Alion Belau. (Foto: Ist for Seputarpapua)
Alion bercerita, kisahnya bermula ketika semasa kecil ia ikut bersama keluarganya hijrah dari kampung halaman menuju Jayapura

Namanya Alion Belau, saat ini ia menjadi captain pilot termuda mengawaki pesawat milik BUMD Kabupaten Puncak, Papua.

Menjadi seorang Pilot awalnya tidak pernah dibayangkan Alion. Namun bermodalkan keinganan dan tekad yang bulat, Alion yang lahir di Distrik Homeo, Kabupaten Intan Jaya pada 13 Maret 1993 silam dari pasangan Aser Belau dan Yustina Selegani kini berubah menjadi pemuda Papua yang bisa menginspirasi pemuda-pemuda Papua lainnya.

Saat diwawancarai Seputarpapua.com, Alion mengisahkan perjalanan dan perjuangannya hingga kini ia menjadi seorang pilot yang cukup diperhitungkan di Papua.

Alion bercerita, kisahnya bermula ketika semasa kecil ia ikut bersama keluarganya hijrah dari kampung halaman menuju Jayapura. Pada saat itu ayahnya menempuh pendidikan tinggi dan berkuliah di STT Walter Post Jayapura.

Alion kecil saat itu mulai bersekolah, namun tidak melalui Taman Kanak-kanak. Ia langsung masuk sekolah dasar (SD), tepatnya di SD Inpres Kampung Sentani, Jayapura. Di sekolah itu Alion hanya duduk sampai bangku kelas IV, selanjutnya hijrah lagi bersama orangtuanya lalu menetap di Timika.

Di Timika, keluarga Alion tinggal di Kwamki Lama yang kini sudah berubah nama menjadi Distrik Kwamki Narama. Alion kemudian melanjutkan pendidikannya di SD YPPGI Abdiel Tinal hingga tuntas di tahun 2005.

IKLAN-TENGAH-berita

Selanjutnya Alion menempuh pendidikan menengah pertama di SMP Advent Timika yang terletak di Jalan C. Heatubun hingga tahun 2008. Kemudian setelah lulus, mengikuti seleksi program beasiswa LPMAK yang kini berganti nama YPMAK untuk tingkat menengah atas atau SMA. Ia lulus bersama beberapa rekannya anak-anak tujuh suku dan dikirim ke Semarang, Jawa Tengah.

Tahun pertama di Semarang dan tinggal di asrama Yayasan Bina Taruna Bumi Cenderawasih (Binterbusih) yang bekerjasama dengan YPMAK, Alion Belau bersama rekan-rekannya harus mengikuti matrikulasi selama 1 tahun. Matrikulasi menjadi syarat multak diikuti Alion guna melihat kemampuan anak-anak untuk ditempatkan di sekolah yang dipilih YPMAK.

Prev1 of 2

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar