Kisah Alion Belau, Captain Pilot yang Menginspirasi: Berfikir Dewasa Sejak Kecil

Alion Belau (kanan) bersama rekannya yang juga seorang pilot. (Foto: Ist)
Alion Belau (kanan) bersama rekannya yang juga seorang pilot. (Foto: Ist)

Setelah sukses menjadi seorang kapten pilot yang dapat menginspirasi, khususnya bagi para pemuda Papua, ternyata lika-liku perjalanan Alion Belau sejak kecil cukup keras. Dia harus berusaha menjadi sosok anak yang berbeda.

Lahir dari keluarga berlatar belakang kurang mampu, ayah seorang pemburu hewan liar di hutan dan berkebun sedangkan ibu hanya seorang ibu rumah tangga, Alion berusaha menjadi anak yang tidak menuntut banyak pada kedua orang tua. Kondisi itulah yang justru membentuk karakter serta jati diri seorang Alion Belau untuk berpikir layaknya orang dewasa di usianya yang masih kecil.

Dalam kesehariannya Alion membuang jauh keinginan untuk menjadi seorang anak yang hanya mengandalkan orang tua. Dan ternyata, itulah yang menjadi kunci atas kesuksesan yang kini telah ia diraih.

“Dan puji Tuhan, saya bersyukur, karena tidak semua anak-anak punya cara berpikir yang sama seperti saya waktu saya masih anak-anak, karena saya berangkat dari keluarga yang tidak mampu. Sehingga cara berpikir dewasa itu selalu ada di benak saya, untuk merubah nasib keluarga,” kata Alion.

Pada saat itu, Alion berpikir kalau keingintahuan anak-anak terhadap hal-hal baru apalagi berkaitan dengan merokok, mengonsumsi minuman beralkohol, dan mencium lem aibon, pasti saja anak-anak sejawatnya ingin mencoba dan melakukan itu. Namun pada diri Alion, justru muncul pemikiran yang sebaliknya, jauh daripada itu. Ia bahkan berkata dalam hati, hal itu justru buruk baginya dan merugikan dirinya. Bisa saja mengubur dalam-dalam apa yang sudah menjadi cita-cita dia kelak.

“Jadi itu satu hal yang sampai saat ini saya akui terhadap saya punya diri sendiri, kok bisa yah? Masih anak-anak seperti itu, ada penolakan-penolakan. Padahal kan namanya anak-anak pasti saja rasa keingintahuannya besar, pastinya mau mencoba dan mencoba,” ujarnya.

IKLAN-TENGAH-berita

Tiap mau ke sekolah, pagi buta pukul 4.30 WIT atau pukul 5.00 WIT Alion sudah keluar dari rumah dan berjalan kaki dari Kwamki Lama menuju sekolahnya di SMP Advent Timika, Jalan C. Heatubun. Aktivitas itu dijalaninya terus menerus sebagai anak dari keluarga yang tidak mampu hingga lulus dari bangku SMP.

Alion juga bukanlah tipe pelajar yang suka bolos sekolah. Ia memastikan itu, bahwa selama sekolah dirinya tidak pernah bolos, apalagi ikut-ikutan ajakan buruk dari teman-teman. Apapun tantangan yang dihadapi, Alion tetaplah anak yang selalu konsisten bahwa didalam jiwanya ingin menjadi orang sukses.

“Kalau pun saya datang sekolah pakaian robek-robek, celana robek, baju juga robek. Karena tidak ada uang, mau beli baju baru bagaimana? Jadi seperti itulah, saya jalani semua itu,” pungkasnya.

Prev1 of 3

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar