seputarpapua.com

Kisah Buruh Tambang PTFI: Ada yang Empat Bulan Sekali Ketemu Anak dan Isteri

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Hosea Warkawani (Kanan), Noor Yana (Kiri), Edwin Rumanasen. (Foto: Ist/ seputarpapua)
Hosea Warkawani (Kanan), Noor Yana (Kiri), Edwin Rumanasen. (Foto: Ist/ seputarpapua)

TIMIKA | Menjadi seorang buruh yang bekerja di dunia pertambangan tentunya tidak mudah.

Tiga karyawan PT.Freeport Indonesia Timika, Papua, menceritakan pengalamannya selama bekerja di perusahaan tambang yang terletak di Distrk Temnagapura, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua.

Hosea Warkawani seorang pekerja Tambang di Divisi Geo Engineering, Section Monitoring Seismic PTFI, mengisahkan perjuangan yang penuh suka dan duka menjadi seorang buruh pertambangan yang tentu menuntut energi, semangat dan keberanian.

Demi kebutuhan keluarga, Hosea hanya bisa bertemu dengan keluarga setiap tiga bulan, karena anak dan isterinya tinggal di Serui.

“Karena kebutuhan keluarga, anak dan istri makanya (bekerja) di sini. Tapi sebenarnya kalau dari pribadi sendiri juga ingin dekat dengan keluarga, cuman apa boleh buat karena memang pekerjaan yah mau tidak mau harus tong di sini,” kata Hosea saat diwawancarai Seputarpapua.com melalui sambungan telepon seluler, Sabtu (1/5/2021).

Dirinya menceritakan pengalaman yang cukup membuat hati sedih, dimana saat istri tercinta melahirkan ia tidak bisa berada di sampingnya.

“Waktu itu saya di tempat kerja, pas mau ambil cuti tidak bisa karena saya juga baru kembali sebulan, terus itu pas lockdown sehingga saya tidak bisa menemani istri hanya bisa komunikasi lewat telfon,” kenangnya.

Saat ini, anak dari Hosea baru berusia 8 bulan. Ia pun baru bertemu dua kali saat cuti setelah sang istri melahirkan.

“Waktu dengar isteri melahirkan terus saya tidak di sampingnya, sedih dia berjuang sendiri di sana, sebenarnya ingin sekali ada di samping tapi karena keadaannya begini jadi mau bagaimana saya berusaha saja, telfon keluarga supaya bisa menjaga istri yang ada di sana,” ujarnya.

Reporter: Kristin Rejang
Editor: Mish
Berita Terkait
Baca Juga