Kisah Elinte Magal, Remaja Pedalaman Papua yang Ingin Jadi Dokter Bedah

Elinte Magal. (Foto: Yonri/Seputarpapua)
Elinte Magal. (Foto: Yonri/Seputarpapua)

Pedalaman Papua memang terkenal dengan keadaan geografisnya yang menantang. Hamparan gunung tinggi dan terjal, ditambah hutan yang lebat membuat beberapa kampung di pedalaman pulau paling ujung timur Indonesia ini harus dijangkau dengan transportasi udara.

Dampak situasi ini, tenaga kesehatan sulit menjangkau masyarakat yang membutuhkan pertolongan khususnya pasien yang dalam kondisi kritis.

Elinte Magal. Perempuan muda asal Kampung Tsinga, Distrik Tembagapura, Mimika, Papua bercita-cita kuat menjadi seorang dokter bedah.

“Di kampung-kampung (Papua) itu saya lihat tenaga medis kurang. Saya mau jadi dokter bedah dan kembali mengabdi di kampung,” kata Elin saat ditemui di kota studi, Tomohon, Sulawesi Utara, selasa (5/7/2022).

Elinte adalah putri pertama dari seorang Kepala Suku Amungme bernama Habel Magal. Ibunya, Owak Beanal merupakan ibu rumah tangga yang keseharian mengurus ternak dan kebun di kampung.

Sejak usia dini, Elin prihatin terhadap keadaan masyarakat kampungnya, terutama kepada ibu-ibu dan anak yang butuh pelayanan kesehatan.

“Yang saya tahu, pelayanan kesehatan itu hak utama semua orang. Mama-mama dan anak-anak di kampung butuh tenaga medis. Itu yang motivasi saya,” aku Elin.

Menurutnya, kondisi rimba Papua bukanlah soal bagi dirinya di masa mendatang. Sejak kecil, alam sudah membentuk karakter dan fisik Elin sebagai seorang perempuan petarung.

Terbukti sejak melanjutkan studi di SMA St. Nikolaus Lokon, Tomohon dua tahun silam, Elin pantang pulang rumah sebelum gelar dokter ada di depan namanya.

Remaja ini pernah menjadi yang tercepat di Kota Bunga alias juara 1 lari 100 meter Kota Tomohon dua tahun lalu.

YPMAK Dukung Peserta Didik Wujudkan Cita-cita Mulia

Cita-cita mulia Elinte Magal ini pun disambut baik oleh Yayasan Pemberdayaan Amungme-Kamoro (YPMAK).

Sebagai pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia, YPMAK justru mendorong peserta beasiswa yang merupakan Suku Amungme, Suku Kamoro dan lima suku kekerabatan lain untuk menjadi aktor pembangunan Papua.

Wakil Direktur Monev dan Program YPMAK, Nur Ihfa Karupukaro saat menjenguk para siswa di Kota Tomohon, Sulawesi Utara, Selasa (5/7/2022) dengan tegas memotivasi para siswa bercita-cita setinggi langit.

“Jangan takut. Tugas kalian fokus belajar. Tuhan sudah kasih berkat melalui beasiswa yang diberikan YPMAK, jadi ayo bercita-cita tinggi,” tegas Ihfa di hadapan anak-anak usia belasan tahun itu.

“Mama nasehat ini bukan sebagai orang yang kelola program. Mama di sini sebagai orang tua kalian. Jadi, ayo! Mari belajar sungguh-sungguh dan kembali jadi pelaku pembangunan di Papua,” tambah Ihfa.

Sejak di bangku sekolah dasar, Elinte sudah mendapat pembiayaan pendidikan penuh dari YPMAK (dulu LPMAK) dan belajar di Sekolah Asrama Taruna Papua, Timika. Saat ini Elinte sudah siap menapak kelas XII di SMA St. Nikolaus Lokon dengan beasiswa yang sama. Tinggal setahun lagi ia akan siap melangkah ke bangku perguruan tinggi.

“Mama sama Bapa pesan supaya belajar baik. Jadi saya harus kembali ke kampung bawa ijazah dan mengabdi,” senyum Elinte merekah.

 

reporter : Yonri

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.