seputarpapua.com

Kisah Sukses Putra Asli Mimika: Mampu Kirim 4 Ton Sayur Segar ke Freeport

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Octo Magay
Octo Magay di tengah-tengah tanaman hidroponiknya yang terletak di Kawasan SP-3, Distrik Kuala Kencana, Mimika. (Foto: Yonri Revolt/Seputarpapua)

“Mari adik, sini. Jangan di situ saja. Lihat ini tanaman yang masih tunas.”
Senyum merekah pada wajah Octo Magay (40) kala menyambut penulis di kebunnya pada 23 April 2020.

Seorang karyawan PT Freeport Indonesia Octo Magay, putra asli Papua kini berhasil mengembangkan usaha perkebunan hidroponik di SP-3, Distrik Kuala Kencana, Kabupaten Mimika. Kisah suksesnya ini berawal dari ketertarikannya terhadap dunia perkebunan hidroponik yang dilihatnya di internet.

“Saya coba rintis kebun ini pada tahun 2013. Saya belajar sendiri, saya lihat dari internet di Jawa sana orang tanam begini, perawatannya begitu, saya lalu ikuti. Saya mencoba hidroponik, sebab kalau berkebun cara tradisional, akan membutuhkan tempat yang luas dan butuh tenaga yang ekstra untuk menanganinya,” ungkapnya.

Diakui Octo, pada masa awal perintisan kebun yang terletak di Jalan SP 3 Distrik Kuala Kencana tersebut, dirinya sempat mengalami banyak kegagalan. Tidak sedikit uang yang dikeluarkan sebagai modal meski tidak sedikit pula tanaman yang gagal panen.

“Tidak bisa panen waktu itu, kita buang saja. Itu tidak bisa kita makan, karena ada juga yang busuk. Tapi lebih sulit karena tidak bisa dipasarkan,” curhat Octo.

Bukan main, hampir lima tahun sudah kegagalan dialami Octo dalam merintis perkebunan itu. Karena frustasi, Octo sempat berpikir untuk mengakhiri usahanya yang tidak kunjung sukses.

Keberuntungan mulai menghampiri Octo hingga ia kembali bangkit. Pada tahun 2018, beberapa orang dari PT Freeport Indonesia mendatangi kebunnya. Octo mulai menyampaikan keluhannya kepada utusan tersebut guna diteruskan kepada pihak manajemen.

“Jadi tahun itu, kami dapat dorongan dan dukungan dari PT Freeport Indonesia. Mereka bukakan jalan untuk dapat pasaran. Sambil mereka juga berbagi ilmu tanaman hidroponik. Makanya saya terima kasih sekali dengan PT Freeport ini, saya sudah gagal waktu itu tapi mereka tidak mau lepas saya,” cerita Octo kepada penulis di bawah pohon jambu di kebunnya, diwaktu sore yang teduh.

Reporter: Mujiono, Yonri
Editor: Mish
1 23 ... 5Next »
Berita Terkait
Baca Juga