KM Uty Star Hilang Empat Hari, SAR Timika Putuskan Bermalam di Pulau Yapero

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
BERANGKAT | Rescuer Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika, TNI AL dan Pol Airud sebelum berangkat ke lokasi kejadian. (Foto: SAR Timika/Seputarpapua)
BERANGKAT | Rescuer Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika, TNI AL dan Pol Airud sebelum berangkat ke lokasi kejadian. (Foto: SAR Timika/Seputarpapua)

TIMIKA | Pencarian hari keempat terhadap enam orang penumpang KM. Uty Star yang tenggelam di sekitar Pulau Yapero, Distrik Mimika Timur Jauh, Mimika, Papua belum menemui hasil.

Tim SAR gabungan yang terdiri dari Rescuer Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika, TNI AL dan Pol Airud memutuskan membangun bivak (tenda) dan bermalam di sekitar pulau tersebut.

“Tim SAR gabungan telah melakukan pencarian dari pukul 07:00 WIT hingga pukul 18:00 WIT dengan hasil pencarian nihil. Setelah memperhitungkan jarak dan waktu perjalanan dari posko menuju lokasi kejadian cukup jauh dan agar pencarian lebih efektif akhirnya tim sar gabungan memutuskan untuk membuat bivak di sekitar pulau Yapero,” terang Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika, George L. Mercy Randang dalam rilisnya, Jumat (19/2/2021).

Dijelaskan, dalam pencarian tersebut keluarga korban juga diikutsertakan. Pencarian dilakukan dengan menyisir tepian pantai dengan menggunakan satu unit kapal, namun hasilnya juga masih Nihil.

“Direncanakan tim SAR gabungan akan kembali melanjutkan pencarian pada besok pagi pukul 06:00 WIT,” terang George.

Sebelumnya, Selasa 16 Februari 2021 pukul 18:40 WIT, Petugas Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika menerima laporan dari salah satu keluarga korban bernama Faisal bahwa pada pukul 16:30 WIT sebuah Kapal Motor Uty Star berwarna biru dengan POB 7 orang tenggelam di perairan sekitar pulau Yapero.

“Menerima laporan tersebut kami langsung memberangkatkan 1 tim rescue berjumlah 5 orang yang dikoordinir langsung oleh Kasubsie Siaga dan Operasi SAR Syahril menggunakan RIB 400PK menuju lokasi kejadian,” terang George dalam rilis di hari sebelumnya.

Namun, kata George pada pukul 21:40 WIT, Tim SAR kembali ke Posko Pelabuhan Dermaga SAR akibat cuaca di lokasi kejadian sedang buruk.

“Menurut tim dilapangan tinggi gelombang mencapai hingga 3 meter,” sebut George.

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Berita Terkait
Baca Juga