Komnas HAM RI Temukan Fakta Baru Penembakan Pendeta Yeremias Zanambani

REKONSTRUKSI - Tim Komnas HAM RI bersama Komnas HAM Perwakilan Papua saat melakukan rekonstruksi dan olah TKP penembakan Pendeta Yeremias Zanambani di Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya. Foto: Ist
REKONSTRUKSI | Tim Komnas HAM RI bersama Komnas HAM Perwakilan Papua saat melakukan rekonstruksi dan olah TKP penembakan Pendeta Yeremias Zanambani di Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya. (Foto: Ist)

JAYAPURA | Kurang lebih sepekan berada di Intan Jaya untuk melakukan pemantauan dan penyelidikan terhadap kematian Pendeta Yeremias Zanambani, Komisi Nasional (KOMNAS) Hak Asasi Manusia (HAM) Republik Indonesia menemukan sejumlah fakta baru.

Komisioner Komnas HAM RI, Muhammad Chairul Anam, dalam keterangan persnya di Kota Jayapura mengatakan, dari hasil rekonstruksi dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang dilakukan Komnas HAM RI bersama Komnas HAM Perwakilan Papua, menemukan sejumlah fakta baru diantaranya terdapat rentetan peristiwa lainnya dalam kasus penembakan terhadap Pendeta Yeremias Zanambani.

“ Kami melihat bahwa kasus penembakan terhadap Pendeta Yeremias Zanambani tidak berdiri sendiri, terdapat rentetan peristiwa lain yang terjadi sebelumnya. Ini yang kami sedang dalami dan akan kami utarakan dalam laporan kami nanti sehingga menjadi semakin terang dan menjawab mengapa pembunuhan itu terjadi,” katanya saat memberikan keterangan pers di Kota Jayapura, Sabtu (17/10) sore.

Chairul Anam menyebut, dari hasil rekonstruksi dan olah TKP yang dilakukan, pihaknya menemukan bercak darah yang diduga milik korban dan banyak lubang peluru dengan berbagai ukuran dan dengan berbagai tipologi peluru di lokasi kejadian.

“Kami juga akan mendalami apakah penembakan ini jarak dekat atau jarak jauh? Kemudian apakah kasus ini hanya penembakan semata-mata atau ada hal lainnya? Ini juga yang akan kami uji. Kami juga mendapatkan banyak informasi yang menurut kami semakin membuat terang peristiwa ini,” jelasnya.

Meski sudah mendapatkan sejumlah fakta di lapangan melalui olah TKP, rekonstruksi kasus dan pemeriksaan saksi, namun Komnas HAM RI masih akan melakukan pengujian terlebih dulu bersama sejumlah ahli sebelum mengambil keputusan akhir.

IKLAN-TENGAH-berita

“ Kami akan mengolah seluruh data yang kami dapatkan untuk menyusun kesimpulan dari Komnas HAM yang lebih solid. Termasuk kami akan menguji sejumlah temuan kami dengan ahli agar temuannya semakin mempertebal keyakinan kami,” imbuhnya.

Chairul Anam juga menegaskan, dalam menjalankan tugasnya Komnas HAM tetap bekerja secara profesional, imparsial dan independen.

“Dari komunikasi yang kami bangun dengan keluarga terdapat harapan besar pihak keluarga agar kami bisa mengungkap kasus penembakan ini. Sehingga kami akan tetap bekerja secara profesional dan independen dalam mengungkap kasus ini,” tegasnya.

Prev1 of 2

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar