Kondisi Dogiyai Berangsur Pulih, Aparat Gabungan Patroli dan Membuka Blokade

Sambil patroli berjalan kaki di seputaran wilayah kota Dogiyai, aparat keamanan menyempatkan diri berinteraksi dengan mama-mama penjual sayur. (Foto: Humas Polda Papua)
Sambil patroli berjalan kaki di seputaran wilayah kota Dogiyai, aparat keamanan menyempatkan diri berinteraksi dengan mama-mama penjual sayur. (Foto: Humas Polda Papua)

TIMIKA | Pasca kerusuhan yang terjadi di Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, aparat gabungan TNI-Polri menggelar patroli berjalan kaki di seputaran kota Dogiyai sekaligus membuka akses yang diblokade massa di jalan menuju Distrik Kamu Selatan dan jalan Kampung Mawa, Selasa (15/11/2022).

Patroli tersebut dipimpin langsung Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal yang didampingi Kapolres Dogiyai, Kompol Samuel D. Tatiratu bersama personel TNI-Polri.

Kapolres Dogiyai dalam rilis yang dikeluarkan Humas Polda Papua menyebut, pihaknya sengaja melakukan patroli dan membuka blokade jalan agar aktivitas masyarakat bisa kembali stabil.

Dimana saat kerusuhan terjadi pada 12 November 2022 lalu, massa sempat melakukan penutupan akses jalan ke sejumlah kawasan dengan cara diblokade.

“Jadi hari ini kita buka (blokade) supaya masyarakat bisa berbaur lagi dengan masyarakat asli yang ada di sini, baik dari Distrik Kamu Selatan maupun Kampung Mawa,” demikian dikatakan Kompol Samuel.

Kini situasi Kamtibmas sudah kembali berjalan normal. Namun diakuinya masih ada blokade atau palang yang sengaja diletakkan dijalan. Hal itu membuat masyarakat hingga kini masih merasa was-was.

Hal ini tentunya membuat kegiatan masyarakat dalam melakukan aktivitas perekonomian menjadi terhambat.

“Saya selaku Kapolres Dogiyai dan beberapa rekan perwira serta anggota, kita membuka palang hari ini,” katanya.

Patroli jalan kaki yang dilakukan sekaligus mengecek pos-pos pengamanan dari personil TNI-Polri dan mengecek area perkantoran yang dibakar oleh massa saat terjadi kerusuhan.

“Kami juga meninjau jualan mama-mama di Pasar Kampung Ikebo, ini menjadi bukti bahwa situasi kamtibmas di Kabupaten Dogiyai mulai membaik,” ungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, kerusuhan Dogiyai pecah akibat kecelakaan yang menewaskan anak kecil berusia 4 tahun bernama Noldy Goo.

Dalam kerusuhan itu, massa membakar 6 unit perkantoran milik Pemkab Dogiyai serta belasan bangunan rumah dan kios yang terdiri dari puluhan petak.

Bahkan, ratusan warga harus mengungsi menuju kabupaten tetangga Nabire untuk mengamankan diri sementara waktu.

 

Tanggapi Berita ini
reporter : Saldi
editor : Felix

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.