Kondisi Jenazah 4 Korban Mutilasi di Mimika: Luka Tembak Hingga Bekas Kekerasan

Keluarga mengangkat jenazah korban pembunuhan dan mutilasi dari rumah sakit untuk dikremasi di Mimika, Papua, Jumat (16/9/2022). (Foto: Saldi Hermanto / Seputarpapua)
Keluarga mengangkat jenazah korban pembunuhan dan mutilasi dari rumah sakit untuk dikremasi di Mimika, Papua, Jumat (16/9/2022). (Foto: Saldi Hermanto / Seputarpapua)

TIMIKA | Penyidik Polres Mimika membeberkan hasil autopsi keempat jasad korban pembunuhan dan mutilasi yang terjadi di Mimika, Papua Tengah beberapa waktu lalu.

Penyampaian hasil autopsi terhadap bagian tubuh korban disampaikan oleh Kasat Reskrim Polres Mimika, Iptu Bertu Haridyka Eka Anwar pada prosesi kremasi bagian tubuh korban di Kampung Kadun Jaya, Distrik Wanita, Mimika, Jumat (16/9/2022).

“Penyampaian hasil autopsi akan dilakukan oleh Kasat Reskrim ini, karena pihak Bid Dokkes Polda Papua sedang berada di Jayapura untuk melaksanakan kegiatan lain,” kata Kapolres Mimika AKBP I Gede Putra.

Iptu Bertu megatakan, berdasarkan hasil autopsi oleh Bid Dokkes Polda Papua, terhadap jenasah pertama pada pemeriksaan bagian tubuh mayat korban teridentifikasi sebagai Arnold Lokbere.

Pada jenazah Arnold ditemukan satu luka terbuka pada punggung sisi kanan, sesuai dengan luka tembak masuk. Serta satu luka terbuka pada dada sisi samping kanan, sesuai dengan luka tembak keluar.

Kemudian, ditemukan luka-luka pada kedua lengan, tangan, perut, dan paha akibat kekerasan tajam. Serta tanda-tanda yang dapat dan sesuai dengan tindakan mutilasi.

“Sebab kematian dari jenasah pertama adalah luka tembak pada punggung menembus keluar di dada samping kanan,” kata Bertu.

Selanjutnya, terhadap jenasah kedua pada pemeriksaan bagian tubuh korban teridentifikasi sebagai Lemaniel Nirigi.

Ditemukan luka-luka perut dan paha, akibat kekerasan tajam serta tanda-tanda sesuai tindakan mutilasi. Tidak ada bekas tembakan.

“Sehingga perkiraan kematian korban berdasarkan ekstrak lambung adalah 4-6 jam sejak makan terakhir kali,” lanjut Iptu Bertu.

Kemudian, terhadap jenasah ketiga teridentifikasi sebagai Irian Nirigi.

Ditemukan luka-luka terbuka pada punggung sisi kanan dan dada sisi kanan depan, yang dapat sesuai dengan luka tembak masuk dan luka tembak keluar.

Selain itu, ditemukan luka terbuka pada perut akibat kekerasan tajam dan luka-luka terbuka pada perut serta punggung yang diakibatkan oleh mutilasi.

“Kematian korban disebabkan luka tembak pada punggung kanan yang tembus dada kanan,” terangnya.

Kemudian, jenasah terakhir yang diperiksa pada bagian tubuh korban berupa sebagian kecil tulang belakang, sebagian kecil tulang panggul, dan paha teridentifikasi sebagai Jenius Tini atau Atis Tini.

“Ditemukan tanda-tanda terpotongnya bagian tubuh gerak bawah, yakni lutut yang dapat dan sesuai tindakan mutilasi. Namun tidak ada tanda-tanda bekas tembakan,” pungkas Bertu.

 

reporter : Mujiono

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.