Konflik Papua, Pastor Amandus: Menolak Dialog Berarti Dasarnya Tidak Kuat

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
(kanan) Pastor Amandus Rahadat – Pastor Paroki Gereja Katedral Tiga Raja Timika, Pastor Dominikus Hodo, Pr – Ketua Unio Keuskupan Timika, Pastor Agustinus Elmas – Pastor Paroki Kristus Jaya Komopa Paniai. (Foto: Sevianto Pakiding/Seputarpapua)
(kanan) Pastor Amandus Rahadat – Pastor Paroki Gereja Katedral Tiga Raja Timika, Pastor Dominikus Hodo, Pr – Ketua Unio Keuskupan Timika, Pastor Agustinus Elmas – Pastor Paroki Kristus Jaya Komopa Paniai. (Foto: Sevianto Pakiding/Seputarpapua)

TIMIKA | Pastor Paroki Gereja Katedral Tiga Raja Timika, Amandus Rahadat, Pr menyoroti konflik bersenjata di Papua yang dibiarkan berlarut tanpa solusi dialog.

“Mengapa sampai kedua pihak melakukan tembak-menembak, ada alasannya. Ini yang kita harus pahami, mengapa mereka melakukannya,” kata Amandus dalam konferensi pers di Timika, Minggu (31/10/2021).

Salah satu pastor senior di Keuskupan Timika berpendapat, masalah Papua tidak akan berakhir tanpa dialog. Sebab, keinginan kedua pihak baik pemerintah mau pun TPN-OPM tidak pernah terjawab.

“Selama dialog tidak ada, pasti besok dan ke depan akan terjadi lagi. Karena hasrat tidak pernah terjawab. Keinginan utama TPN-OPM tidak pernah dijawab, keinginan terdalam TNI/Polri tidak terjawab,” ujarnya.

Menurut Pater Amandus, memang ada pertanyaan yang sedikit mengganggu yaitu ‘kenapa para pihak tidak mau duduk dan berdialog’. Tapi, kata dia, tentu ada banyak sebab.

“Saya secara pribadi mau mengatakan, yang tidak mau berdialog pasti dasarnya tidak kuat. Dia takut berdialog,” ucapnya.

Amandus mengapresiasi para imam projo Keuskupan Timika yang menginisiasi sikap terhadap konflik Papua, lebih khusus di Intan Jaya yang telah menelan banyak korban jiwa termasuk anak-anak.

Ada pun 36 Pastor Projo Keuskupan Timika menyerukan agar kedua pihak segera melakukan gencatan senjata, dan menyarankan dialog parapihak sebagai solusi yang paling bermartabat.

“Di ujung seruan itu berkata mari duduk berdialog, bicara. Tapi saya mengamati, selama ini yang namanya dialog hampir tidak ada. Ayolah kita berdialog, di sana akan jelas siapa berada di titik kebenaran,” kata Amandus.

Disclaimer

Pater Amandus mengungkapkan alasan para imam projo di Keuskupan Timika harus angkat bicara terkait masalah ini.

“Untuk mengklarifikasi ketika berita tentang sikap imam ini tersiar, dan orang yang tidak memahami khususnya yang bukan katolik, mereka akan bilang pastor-pastor itu kenapa campur masalah politik,” kata dia.

Ia menegaskan, seorang imam Katolik punya tiga fungsi. Pertama sebagai imam, memberikan pelayanan rohani. Tugas yang diberikan oleh Yesus, oleh gereja.

Kedua, imam adalah raja yang bertugas mengatur kondisi umatnya agar bisa hidup secara baik. Menjalankan tugas-tugas manajerial.

Ketiga, tugas kenabian. Memperhatikan semua yang terjadi di masyarakat. Bilamana unsur keadilan atau kebenaran itu diinjak, oleh siapa pun, maka imam harus bersuara.

“Baik oleh pemerintah, TNI/Polri, TPN-OPM. Seorang imam tidak boleh diam. Dia harus bicara,” tandasnya.

Amandus memahami betul bahwa ketua imam projo mengangkat masalah ini dalam kapasitasnya sebagai seorang nabi. Dan di sinilah para imam angkat bicara.

“Kami tidak mencampuri urusan politik apa pun. Dari seruan tadi, itu seruan bagi TNI/Polri dan TPN-OPM. Duduk bersama, bicara, jangan biarkan ini berlarut dan rakyat yang tidak berdosa menjadi korban,” lanjut dia.

Menjadi seorang imam selama 38 tahun, Amandus tentu telah banyak berbicara dan mendengar segala persoalan di kalangan umatnya.

“Umat itu bisa TNI/Polri, bisa TPN-OPM. Lalu warga masyarakat, bisa orang asli Papua, bisa non Papua,” katanya.

Editor: Aditra

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Berita Terkait
Video Seputar Papua TV Terbaru
1/10 videos
Dua Tahun YPMAK  Benih Kecil Tumbuh Jadi Pohon Rimbun dan Berbuah
Dua Tahun YPMAK Benih Kecil Tumbuh Jadi Pohon Rimbun dan Berbuah
Mop Papua dan Karya Lainnya Harus Daftar Hak Cipta, Harus Bergerak Lebih Cepat
Mop Papua dan Karya Lainnya Harus Daftar Hak Cipta, Harus Bergerak Lebih Cepat
Buaya 7 Meter Ditangkap Warga dan Tim SAR usai Terkam Seorang Pria
Buaya 7 Meter Ditangkap Warga dan Tim SAR usai Terkam Seorang Pria
Pria di Timika Dikabarkan Diterkam Buaya, Tim SAR Lakukan Pencarian
Pria di Timika Dikabarkan Diterkam Buaya, Tim SAR Lakukan Pencarian
Jasad Perempuan Tanpa Busana Ditemukan di Bawah Jembatan di Jayapura
Jasad Perempuan Tanpa Busana Ditemukan di Bawah Jembatan di Jayapura
Satpam Palang Pasar Sentral Timika Buntut Pemberhentian Hononer
Satpam Palang Pasar Sentral Timika Buntut Pemberhentian Hononer
Pelajar SMK di Timika Curi Uang Rp40 Juta Beli Sepeda Motor dan Traktir Teman
Pelajar SMK di Timika Curi Uang Rp40 Juta Beli Sepeda Motor dan Traktir Teman
Anak Muda Timika Jadi Pemakai dan Produsen Ganja Sintetis, Polisi Beri Atensi
Anak Muda Timika Jadi Pemakai dan Produsen Ganja Sintetis, Polisi Beri Atensi
Polisi Bongkar Pabrik Ganja Sintetis Milik Pemuda 19 Tahun
Polisi Bongkar Pabrik Ganja Sintetis Milik Pemuda 19 Tahun
Oknum Guru Ngaji di Timika Diduga Cabuli 5 Muridnya
Oknum Guru Ngaji di Timika Diduga Cabuli 5 Muridnya
Baca Juga