Konsep Ibadah Natal di Timika, Dari Membuat Penomoran Kursi Hingga Ibadah di Mobil dan Virtual

Gereja Paroki Santo Stevanus Sempan. (Foto: Kristin Rejang/SP)
Gereja Paroki Santo Stevanus Sempan. (Foto: Kristin Rejang/SP)

TIMIKA | Tahun ini seluruh dunia merayakan Natal dengan suasana prihatin. Hal ini dikarenakan masa Pandemi Covid-19 yang belum juga berakhir.

Dengan situasi saat ini, Gereja harus memikirkan berbagai cara untuk melaksanakan ibadah sesuai dengan anjuran pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia untuk menerapkan protokol kesehatan yang ketat demi melindungi umat atau jemaat dari Covid-19.

Pastor Paroki Santo Stevanus Sempan, Timika, Papua, P. Maximilanus Dora, OFM menjelaskan, pihaknya sudah mengumpulkan unsur organisasi Gereja mulai dari Paroki maupun Stasi-Stasi berkaitan dengan perayaan Natal.

Ia mengatakan, sebelumnya pihaknya sudah membuka gereja dan menerapkan kuota umat hanya 50 persen melaksanakan ibadah dari daya tampung gereja Santo Stevanus Sempan 1.500 jemaat.

Meskipun menerapkan 50 persen, kata Pastor yang datang ibadah di hari Minggu biasa memang kurang dari 50 persen.

“Dalam Gereja biasanya misa empat kali dalam seminggu, hari Sabtu misa untuk orang muda, kemudian hari Minggu tiga kali jam 6.30, jam 8.30, dan 17.30 itupun kehadiran umat minim skali, karena memang masih dalam suasana takut, prihatin dan sebagainya,” ujarnya saat diwawancara pekan lalu.

Meskipun pengalaman ibadah di hari minggu kurang dari 50 persen, namun di hari Natal ini, Pastor Maxi mengatakan pihaknya mengantisipasi banyak umat yang ingin melaksanakan ibadah di gereja.

Untuk itu, di malam Natal dilaksanakan misa dua kali, meski dalam tata liturgi misa malam Natal dilaksanakan hanya satu kali.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan