Kontak Tembak KKB dan TNI-Polri Ancam Habitat Anjing Bernyanyi Papua

Anjing jenis NGSD (Anjing Bernyanyi) yang hidup di area Grasberg, Kabupaten Mimika, Papua. (Foto : PTFI)
Anjing jenis NGSD (Anjing Bernyanyi) yang hidup di area Grasberg, Kabupaten Mimika, Papua. (Foto: PTFI)

TIMIKA | Kontak tembak yang terjadi antara Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dan TNI-Polri di Kabupaten Puncak dan Kabupaten Intan Jaya dikhawatirkan mengganggu habitat anjing bernyanyi Papua atau new guinea singing dog.

Arkeolog Balai Arkeologi Papua Hari Suroto menjelaskan, anjing yang yang berasal dari jenis istimewa Canis familiaris hallstromi ini dulu tersebar di seluruh pegunungan Papua hingga Papua Nugini.

Namun kini di Papua Nugini anjing bernyanyi sudah punah dan tersisa tinggal di Pegunungan Papua saja.

Hari mengatakan, Rimba Puncak dan Intan Jaya merupakan habitat alami anjing bernyanyi ini.

“Dikhawatirkan sering terjadinya saling serang dan penembakan di Puncak dan Intan Jaya, ada peluru nyasar yang mengenai anjing bernyanyi ini,” kata Hari dalam rilis tertulis yang diterima Jurnalis Seputarpapua.com, Selasa (23/2/2021).

Meski begitu ia mengaku belum ada laporan tentang hal itu.

IKLAN-TENGAH-berita

Menurut Hari, jika habitatnya terganggu, kemungkinan anjing bernyanyi ini akan berpindah ke area tambang Grasberg PT Freeport Indonesia.

Hari menjelaskan, anjing bernyanyi Papua ini memiliki ciri khas istimewa, bahkan beberapa ahli menggap sebagai anjing paling primitif yang menetap di pegunungan Papua sejak ribuan tahun silam.

Prev1 of 2

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar