Kontingen Kaltim Ajukan Banding, UPP Terjun Payung Molor

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Kontingen Kalimantan Timur (Kaltim) saat memprotes Technical Delegate dan Panpel Cabor Terjun Payung untuk mengundur UPP sampai ada keputusan resmi atas upaya banding mereka ke Dewan Hakim PB PON XX. Protes dilakukan di venue terjun payung halaman Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Papua, Kamis (14/10/2021). (Foto: Saldi Hermanto/Humas PPM)

TIMIKA | Pelaksanaan Upacara Penghormatan Pemenang (UPP) cabor terjun payung PON XX Papua terpaksa molor dari waktu yang ditentukan sebelumnya pukul 10.00 WIT, Kamis (14/10/2021), namun hingga pukul 17.45 WIT, UPP belum digelar.

Molornya pelaksanaan UPP ini lantaran adanya keberatan dari official tim terjun payung beregu nomor kerjasama parasut perwakilan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Mereka tidak puas dengan penilaian hasil akhir terjun ulang (rejump) versus perwakilan Papua Barat.

“Hari ini tersisa satu nomor, yaitu kerjasama antara parasut, yaitu Papua Barat dan Kaltim. Lantaran skor keduanya sama di pertandingan hari sebelumnya, makanya hari ini terjun ulang. Tapi nilai Tim Papua Barat lebih dari pada Tim Kaltim, sehingga Tim Kaltim mengajukan keberatan hingga banding ke tingkat hakim,” ungkap TD Cabor Terjun Payung PON XX Papua Klaster Timika, Effendi Soen di venue terjun payung, lapangan Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika.

Effendi menjelaskan, berdasarkan aturan, setiap atlet perorangan ataupun beregu berhak mengajukan rejump untuk kemudian terjun ulang apabila skor sama ataupun keberatan atas hasil penilaian juri. Itupun telah dilakukan oleh tim Papua Barat dan Kaltim, sehingga dua tim ini telah menandatangani kesepakatan di atas materai bersama panitia pelaksana.

“Di cabor terjun payung ini, panitia pelaksana berhak membuat aturan sesuai kondisi yang ada. Makanya dimintai kesepakatan bersama dua tim yang melakukan terjun ulang. Itu sudah disepakati bersama. Saya juga ikut tandatangani kesepakatan itu di atas materai. Hari ini pun sampai ke tingkat hakim,” jelasnya.

Untuk penilaian tim yang melakukan terjun ulang, akan dinilai dari poin tercepat sejak mereka mulai terjun, yaitu dari babak 1 hingga babak 8. Hingga hari penerjunan ulang, ternyata tim Papua Barat lebih unggul dari Kaltim.

“Official Kaltim menolak hal itu dengan alasan bahwa seolah-olah aturan itu baru dibuat sesaat oleh panitia. Padahal memang sudah disepakati bersama dan menjadi bagian kewenangan dari Panpel. Yang kedua juga, berarti mereka sudah tidak melaksanakan kesepakatan dengan tanda tangan yang telah dibuat di atas materai itu,” bebernya.

Baca Juga:

Banding ke tingkat hakim oleh Tim Kaltim lanjut Effendi Soen, merupakan sesuatu yang sah dilakukan. Jika hasil dari dewan hakim sama dengan yang ada di dewan juri, maka dipersilahkan untuk lanjut ke tingkat dewan hakim PON, akan tetapi untuk Panpel di cabor, sudah selesai menyelenggarakan rejump.

“Terserah mereka, kalau nanti menerima yang ditetapkan dewan hakim atau tidak. Bagi Panpel, semua itu ada batas waktunya. Apalagi sudah ada kesepakatan yang juga mereka nyatakan siap menerimanya,”tukasnya.

Terkait hal ini, Humas Kontingen PON XX Kaltim, Zulkarnain saat ditemui wartawan di venue terjun payung membenarkan adanya upaya banding tersebut.

Pihaknya juga berharap agar TD bisa berkoordinasi dengan dewan hakim PB PON untuk menunda pelaksanaan UPP.

“Kami sudah bersurat (ajukan banding-red) kepada mereka. Jadi mohon di-pending dulu jangan ada seremonial UPP agar proses jelas,” pinta Zulkarnain. (HumasPPM/Acik-Eci-Aji/Maftukin/Ode)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Berita Terkait
Video Seputar Papua TV Terbaru
1/10 videos
Pria di Timika Dikabarkan Diterkam Buaya, Tim SAR Lakukan Pencarian
Pria di Timika Dikabarkan Diterkam Buaya, Tim SAR Lakukan Pencarian
Jasad Perempuan Tanpa Busana Ditemukan di Bawah Jembatan di Jayapura
Jasad Perempuan Tanpa Busana Ditemukan di Bawah Jembatan di Jayapura
Satpam Palang Pasar Sentral Timika Buntut Pemberhentian Hononer
Satpam Palang Pasar Sentral Timika Buntut Pemberhentian Hononer
Pelajar SMK di Timika Curi Uang Rp40 Juta Beli Sepeda Motor dan Traktir Teman
Pelajar SMK di Timika Curi Uang Rp40 Juta Beli Sepeda Motor dan Traktir Teman
Anak Muda Timika Jadi Pemakai dan Produsen Ganja Sintetis, Polisi Beri Atensi
Anak Muda Timika Jadi Pemakai dan Produsen Ganja Sintetis, Polisi Beri Atensi
Polisi Bongkar Pabrik Ganja Sintetis Milik Pemuda 19 Tahun
Polisi Bongkar Pabrik Ganja Sintetis Milik Pemuda 19 Tahun
Oknum Guru Ngaji di Timika Diduga Cabuli 5 Muridnya
Oknum Guru Ngaji di Timika Diduga Cabuli 5 Muridnya
Kasus Pencurian di Mimika Dominasi Tahun 2021
Kasus Pencurian di Mimika Dominasi Tahun 2021
Pemkab Mimika Gelar Ibadah Lepas Sambut Tahun 2021-Tahun Baru 2022
Pemkab Mimika Gelar Ibadah Lepas Sambut Tahun 2021-Tahun Baru 2022
Kaleidoskop Papua 2021   Rangkaian Peristiwa Sepanjang Tahun 2021 di Papua
Kaleidoskop Papua 2021 Rangkaian Peristiwa Sepanjang Tahun 2021 di Papua
Baca Juga