Kota dan Kabupaten Jayapura Kuasi Cabor Para-Renang dan Para-Atletik di Iven Peparpeprov Papua

Atlet para renang bertanding di kolam renang aquatik, Kamis (23/6/2022). (Foto: Vidi/Seputarpapua)
Atlet para renang bertanding di kolam renang aquatik, Kamis (23/6/2022). (Foto: Vidi/Seputarpapua)

JAYAPURA | Kota dan Kabupaten Jayapura masih tak tertandingi dalam menempati urutan pertama di dua cabang olahraga para-renang dan para-atletik pada hari pertama penyelenggaraan iven Pekan Paralimpik Pelajar Provinsi (Peparpeprov) Papua, Kamis (23/6/2022).

Iven olahraga bagi atlet pelajar disabilitas ini dipertandingkan di kolam renang Akuatik dan lintasan Stadion Utama Lukas Enembe, Kampung Harapan, Sentani, Kabupaten Jayapura.

Untuk cabor para-atletik, nomor 100 meter putra klasifikasi T35-38 (Julianus Endambya), catatan waktu 17.89 detik. Dinomor 100 meter putri klasifikasi T35-38 (Yowarike S.T Nirom), catatan waktu 25.43 detik. Nomor 100 meter putra klasifikasi T20 (Bernadus Zadrak Waipon), catatan waktu 14.30 detik.

Dinomor 100 meter putri klasifikasi T20 (Ester Yohana Waipon), catatan waktu 15.87 detik. Dan 100 meter putra klasifikasi T54+ (Oliver Thomas Yeimo), catatan waktu 13.07 detik. Sementara, nomor 100 meter putra klasifikasi T43-47 (Alberth Geovani Yawan) dari Kabupaten Jayapura, catatan waktu 16.42 detik.

Nomor 100 meter putri klasifikasi T43-47 (Rodek Welhelmina Maryen) dari Kabupaten Biak, catatan waktu 22.29 detik. Dan nomor 100 meter putri klasifikasi T54+ (Jokista Reflicha Kristiani) dari Kabupaten Keerom, catatan waktu 19.54 detik.

Philipus Pamanggori selaku koordinator cabor atletik NPC Papua, mengatakan walaupun terbilang atlet baru yang minim pengalaman. Namun ia yakini ada potensi besar yang dimiliki atlet.

“Atlet-atlet ini lebih dominan dari Peparpenas lalu dan kita persiapkan untuk iven pelajar. Tapi tidak menutup kemungkinan jadi asset untuk Peparnas di Medan-Aceh 2024 mendatang,” akui Philipus Pamanggori, Kamis (23/6/2022).

Untuk cabor para-renang yang digelar di kolam renang Akuatik, mempertandingkan 17 nomor klasifikasi perlombaan. (Eliheser Yowey) nomor 100 meter gaya dada putra S10 dari Kota Jayapura, (Agus Deda) nomor 100 meter klasifikasi S9 dari Kabupaten Jayapura. Dinomor 100 meter gaya dada putra S14 (Jeremias Waromi) dari Kota Jayapura, (Eliheser Yowey) di nomor 50 meter gaya bebas putra S10 15 tahun.

Masih dari Kota Jayapura, (De Jhon Waromi) dinomor 50 meter gaya bebas putra S13, (Misyella Marani) dinomor 100 meter gaya dada putri S12, dan (Putri Sari) dinomor 50 meter gaya bebas putri S15.

Ketua Umum Nasional Paralympic Committee (NPC) Provinsi Papua, H. Jaya Kusuma mengungkapkan hasil dari Peparpeprov Papua ini, atlet yang memiliki catatan waktu terbaik akan direkrut untuk dibina menjadi andalan Papua untuk Peparpenas 2023 mendatang.

“Tadi disampaikan ada 90 atlet, nanti kita lihat dari limit waktunya, baik itu para-renang dan para-atletik. Kalau mendekati terbaik kita ambil dan perlu harus diasah lagi selama kurang lebih satu tahun ke depan karena untuk Pekan Paralimpik Pelajar Nasional itu tahun 2023 di bulan Agustus,” ungkapnya.

Walaupun hanya diikuti hanya 2 cabor, namun cabor para-renang dan para-atletik adalah cabor yang mendulang medali terbanyak di iven pelajar Nasional.

“Karena selama ini kita ikut itu dari 6 cabor yang dipertandingkan, kita yang paling banyak ikut di para-renang dan para-atletik yang lain itu empat cabor tenis meja, bulu tangkis, catur, dan boccia, itu kita selalu masih dikalahkan oleh daerah lain, tapi kita masih bisa mengumpulkan banyak medali itu di para-renang, seperti di Jakarta 2018, kita berhasil urutan ketiga,” pungkasnya.

 

reporter : Vidi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.