Kota Timika Bersih Tergantung Persetujuan DPRD Mimika

ARMADA - Kepala DLH Mimika Limi Mukodompit bersama staf saat berada di depan enam armada bantuan Kementerian Lingkungan Hidup. (Foto : Ist/SP)
ARMADA | Kepala DLH Mimika Limi Mukodompit bersama staf saat berada di depan enam armada bantuan Kementerian Lingkungan Hidup. (Foto: Ist/SP)

TIMIKA | Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Mimika Limi Mukodompit optimis kedepan Kota Timika akan bersih apabila enam armada truk pengangkut sampah mendapatkan dukungan biaya operasional.

“Saya optimis Kota Timika dan sekitarnya akan bersih dari persampahan apabila adanya penambahan enam armada truk pengangkut sampah,” kata Limi di ruang kerjanya, Rabu (30/9).

Untuk itu, Limi meminta dukungan semua pihak, khususnya DPRD Mimika untuk menyetujui biaya operasional yang diajukan di Anggaran Pendapatan Belanjada Daerah (APBD) Perubahan 2020.

Biaya operasionalnya yang diajukan meliputi penggajian tenaga pengangkut sampah, driver, perbaikan atau maintenance, makan, dan lainnya.

“Apabila di APBD Perubahan disetujui untuk biaya operasionalnya, maka enam armada angkuta sampah bantuan dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) bisa dioperasikan di Desember nanti. Dengan demikian, kami memiliki armada pengangkut sampah sebanyak 19 unit,” katanya.

Apalagi di Desember nanti produksi sampah akan meningkat 20-30 persen dari produksi normal.

IKLAN-TENGAH-berita

Hal ini biasa terjadi pada setiap perayaan hari besar agama, baik itu Idul Fitri, Idul Adha, dan Natal.

“Kami berharap di APBD Perubahan nanti operasional untuk enam armada itu disetujui. Saya jamin Kota Timika akan bersih dari sampah,” ujarnya.

Ia menambahkan, untuk saat ini produksi sampah di Kota Timika dan sekitarnya sebanyak 200 ton dan hanya diangkut 13 armada pengangkut sampah.

Dimana 13 armada pengangkut sampah bekerja dua shift, yakni pagi mulai pukul 07.00 – 11.00 WIT. Kemudian, pada pukul 13.0-17.00 WIT petugas menyisir sampah-sampah yang masih berserakan di Kota Timika dan sekitarnya.

“Ya memang aturannya membuang sampah di tempat pembuangan sementara (TPS) itu mulai pukul 18.00-06.00 WIT. Namun yang terjadi masih banyak yang membuang sampah di luar jam ditentukan,” ujarnya.

Hal ini terjadi karena, kurang sadarnya masyarakat akan kebersihan dan peraturan yang berlaku. Serta kurangnya peran atau dukungan, baik dari kelurahan, distrik, dan Satpol PP selakupenegak peraturan daerah (Perda).

“Kami sudah berupaya seoptimal mungkin, tapi demikian masih perlu dukungan semua pihak. Karena tanpa dukungan, usaha yang kami lakukan akan sia-sia. Terlebih lagi, di 2021 nanti Mimika akan menghadapi PON XX dan Pesparawi XIII,” katanya.

Reporter: Mujiono
Editor: Misba Latuapo

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar