Kronologi Pengambilan Paksa Jenazah Pasien Covid-19 di RSUD Merauke

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
AMBIL PAKSA JENAZAH – Suasana sekelompok warga mengambil paksa jenazah pasien Covid-19 di RSUD Merauke dan membawanya dengan angkutan umum, Sabtu (20/3/2021). (Foto: Istimewa)

MERAUKE | Sekelompok warga yang mengkalim keluarga mengambil paksa jenazah pasien MFK (21) yang oleh pihak RSUD Merauke, Papua, meninggal dunia karena terpapar Covid-19.

Tindakan ambil paksa jenazah terjadi pada Sabtu 20 Maret 2020.

Awalnya, MFK dinyatakan meninggal dunia oleh pihak rumah sakit pukul 13.00 WIT, karena terpapar Covid-19.

Pukul 16.00 WIT, sekelompok massa yang mengklaim dari keluarga datang mengambil paksa jenazah berjenis kelamin perempuan ini, di ruang IGD Covid, RSUD Merauke.

Aksi ambil paksa jenazah berujung anarkistis. Massa melempar kaca mobil ambulans dan kamar jenazah dengan batu hingga pecah.

Massa tidak terima karena pasien tersebut meninggal akibat divonis Covid-19.

Pernyataan Kapolres

Pascaaksi tersebut, Kapolres Merauke AKBP Untung Sangaji memimpin langsung pengamanan di RSUD.

Kepada wartawan saat menggelar konfrensi pers bersama Direktur RSUD Merauke dr. Yeny Mahuze, Minggu (21/3/2021), Kapolres mengatakan masih menyelidiki kasus perusakan fasilitas rumah sakit.

Kapolres sangat menyayangkan aksi anarkitis yang dilakukan sekelompok warga, bahkan melakukan pengancaman dan intimidasi terhadap tenaga medis.

Kapolres bahkan mengancam bahwa pihaknya akan menembak pelaku perusakan bila tidak menyerahkan diri.

“Polisi akan tembak pelakunya. Saya ulangi kita akan tembak pelakunya. Cukup sudah, lebih baik pelakunya menyerahkan diri ke pihak Polisi, karena fasilitas RSUD dan tenaga medis hadir untuk mengobati malah diancam dan diintimidasi,” tegas Kapolres dalam keterangan tertulis yang diterima dari Humas Polda Papua, Minggu malam.

Kapolres meminta kepada pihak RSUD harus memasang camera pengawas atau CCTV.

Hal ini untuk memudahkan pihak Kepolisian melakukan penyelidikan, apabila ada suatu tindakan kriminal di area rumah sakit.

“Pemasangan CCTV di RSUD harus terpasang, kita akan beritahukan Dinas Kesehatan, kalau pemerintah daerah tidak mampu belikan CCTV, nanti Polisi yang belikan,” ujar Kapolres.

Pernyataan Direktur RSUD Merauke

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Merauke, dr. Yeny Mahuze mengapresiasi kepada Kapolres Merauke dan anggotanya yang sudah cepat datang untuk amankan situasi.

Dia menegaskan bahwa pasien berisinial MFK meninggal dunia akibat terinfeksi Covid-19.

Dia juga membantah tudingan negatif masyarakat jika setiap pasien yang meninggal di rumah sakit divonis positif Covid-19.

“Itu tidak benar, kami menolak adanya tudingan negatif masyarakat yang mengatakan bahwa RSUD Merauke selalu mengcovid kan pasien yang tengah sakit,” ujar dr. Yeny.

Aksi anarkistis sempat terjadi saat pengambilan paksa jenazah MFK. Warga tidak terima lantaran MFK meninggal dunia karena terpapar Covid-19.

Sejumlah fasilitas rumah sakit dirusak sekelompok warga. Fasilitas yang dirusak diantaranya, mobil ambulans, mobil jenazah, kamar jenazah dan ruang Instalasi Gawat Darurat.

Sehubungan dengan aksi anarkistis itu, pihak RSUD meminta aparat keamanan untuk menindak tegas para pelaku.

“Kita minta pihak keamanan untuk bisa lebih tegas menindak pelaku kriminal ini. Kami punya mobil ambulans dilempar, kacanya dua pecah, 2 mobil jenazah untuk dipakai antar jenazah Covid. Kemudian, kaca di kamar jenazah dan di IGD dilempar massa,” pungkas dr. Yeny. 

 
Reporter: M. Dul
Editor: Aditra
Berita Terkait
Baca Juga