seputarpapua.com

Kunjungi Korban di NTT, Presiden: Relokasi Warga Segera Dilakukan

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Presiden Joko Widodo memakaikan jaketnya kepada seorang pemuda, korban bencana di Lembata, NTT. (Foto: Instagram Jokowi/Seputarpapua)
Presiden Joko Widodo memakaikan jaketnya kepada seorang pemuda, korban bencana di Lembata, NTT. (Foto: Instagram Jokowi/Seputarpapua)

TIMIKA | Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengunjungi Desa Amakaka, Kecamatan Ile Ape, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (9/4/2021).

Desa Amakaka yang dikunjungi Jokowi merupakan salah satu lokasi terdampak bencana yang disebabkan oleh siklon tropis Seroja. Di desa itu, Jokowi bersama jajaran terkait meninjau kerusakan serta melihat secara langsung kondisi warga yang terdampak.

“Siang hari ini saya berada di Desa Amakaka di mana bencana banjir bandang yang ada di Kabupaten Lembata ini korbannya paling banyak,” ujar Presiden dalam Keterangan Pers yang ditayangkan di Youtube Sekretariat Presiden, Jumat.

Menurutnya, hingga siang tadi ia menerima laporan total korban yang meninggal dunia sebanyak 163 jiwa. Ia juga menjamin pihaknya akan menuntaskan pencarian korban yang belum ditemukan.

“Masih dalam pencarian, 45 orang. Ini yang akan terus kita usahakan agar yang dalam pencarian bisa ditemukan. Tetapi kalau kita lihat di lapangan, keadaannya berbatuan sehingga menyulitkan alat-alat berat dalam beroperasi,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga mengunjungi warga setempat yang kini tengah berada di lokasi pengungsian di Kantor Kecamatan Ile Ape. Di sana Kepala Negara menemui para pengungsi dan ingin memastikan bahwa segala kebutuhan warga telah tercukupi. Presiden juga mendengarkan sejumlah keluhan masyarakat setempat yang nantinya akan ditindaklanjuti selama proses penanganan.

“Tadi masyarakat menyampaikan bahwa BBM-nya mahal, ya, saya terima (aspirasinya),” katanya.

Untuk menjamin keamanan masyarakat dari bencana di kemudian hari, Presiden sudah berkoordinasi dengan Gubernur NTT Viktor Laiskodat dan Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur untuk segera merelokasi warga dari perkampungan yang terdampak itu.

“Tentu saja dengan persetujuan masyarakat, lokasi (kampung) ini akan direlokasi dan secepatnya akan dibangun,”

Berita Terkait
Baca Juga