Kunker ke Pasar Sentral, Komisi B DPRD Mimika Berikan Beberapa Catatan

KUNKER | Komisi B DPRD Mimika saat melakukan kunker ke Pasar Sentral. (Foto: Muji/SP)
KUNKER | Komisi B DPRD Mimika saat melakukan kunker ke Pasar Sentral. (Foto: Muji/SP)

TIMIKA | Sebagai tindaklanjut dari aspirasi masyarakat terkait dengan penutupan pagar Pasar Sentral yang pernah dijebol, Komisi B DPRD Mimika, pada Rabu (28/10) melakukan kunjungan kerja (kunker) ke ke pasar yang terletak di Jalan Hasanuddin untuk melihat secara langsung kondisi di lapangan.

Selain menindaklanjuti aspirasi dari masyarakat dan pedagang, Komisi B juga melihat kondisi Pasar Sentral.

Ada beberapa catatan yang diberikan Komisi B untuk ditindaklanjuti oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag).

Ketua Komisi B DPRD Mimika Rizal Pata’dan mengatakan, kunker Komisi B DPRD Mimika ke Pasar Sentral karena banyak masukan dari masyarakat yang melakukan kegiatan di pasar. Termasuk masyarakat yang bermukim di luar pagar Pasar Sentral.

“Kami melakukan peninjauan langsung, dan memang ada beberapa hal yang ditemukan, dan ini jadi catatan bagi Komisi B, khususnya Disperindag untuk memperbaikinya,” kata Rizal usai kunker.

Catatan yang pertama adalah, adanya kebijakan dari Pemerintah Daerah melalui Disperindag Mimika, yakni upaya mengamankan lokasi dan seluruh aset yang ada di Pasar Sentral, dengan melakukan penutupan pagar yang sudah dijebol.

IKLAN-TENGAH-berita

Ditutupnya pagar yang dijebol karena sering terjadi pencurian terhadap barang dan jualan pedagang.

“Tentunya dengan penutupan pagar tersebut, sebagian masyarakat komplain dan mengadu ke kami. Karena masyarakat merasa terganggu,” katanya.

Penutupan pagar ini memang ada pro dan kontra. Namun, setelah melihat secara langsung terhadap kondisi pagar, maka pihaknya sangat mendukung apa yang sudah dilakukan Disperindag.

Apalagi Disperindag sudah membuatkan jalan selebar lima meter, dan sudah dilakukan penimbunan. Diharapkan 2021 jalan itu sudah selesai, sehingga masyarakat memiliki akses.

“Saya pikir, kedepan masyarakat akan memahami apa yang jadi kebijakan dari pemerintah. Karena semua itu dilakukan demi kenyamanan pedagang di pasar,” tuturnya.

Catatan kedua adalah, secara garis besar dan kasat mata memang Pasar Sentral ini sudah mengalami perubahan yang cukup maju.

Namun masih banyak masalah dan kekurangan yang harus dibenahi.

“Kami sudah berikan masukan ke Disperindag, agar ditata dengan baik, mulai keamanan dan kebersihan. Serta bangunan yang sudah dibangun dengan anggaran besar,l untuk dioptimalkan dengan melakukan renovasi. Karena masih banyak yang kosong,” ujar Rizal.

Misalnya, pedagang sayur harus disatukan, seperti penjual buah di depan yang sudah tertata rapi.

Kemudian pedagang basah harus pisah dengan kering.

“Ditambah adanya bangunan sementara yang menutupi bangunan utama untuk ditertibkan. Tidak boleh lagi ada bangunan luar dan ini harus jadi ketegasan dari Disperindag,” tegasnya.

Ketiga, Pasar Sentral kedepannya bukan hanya dijadikan transaksi jual-beli. Tetapi harus menjadi tempat hiburan. Karenanya harus dipikirkan ruang terbuka hijau (RTH) dan tempat bermain anak-anak.

“Kalau itu bisa dilakukan, maka banyak hal yang didapat di pasar ini. Mulai tempat transaksi jual-beli yang aman dan bersih serta bisa dijadikan tempat rekreasi,” tuturnya.

Tanggapan Kepala Disperindag

Menanggapi kunker dan catatan Komisi B DPRD Mimika, Kepala Disperindag Michael R Gomar mengatakan, kunjungan Komisi B DPRD sangat diapresiasi, karena ada perhatian dari Komisi B yang membidangi perindustrian dan perdagangan.

“Dengan melakukan kunker ini, maka Komisi B bisa melihat langsung kondisi di lapangan. Hal-hal kekurangan dalam penataan di Pasar Sentral akan dibenahi dan kita membutuhkan waktu dan dana yang cukup,” katanya.

Ia menjelaskan, konsep Pasar Sentral sudah ada dalam master plan. Namun butuh anggaran untuk pengembangan dan pembangunan.

Kami berupaya mengembalikan, konsep dari master plan ini. Sehingga RTH, taman bermain anak-anak, wisata kuliner, pembagian blok dan penataan pedagang terakomodir dan tertata dengan baik. Sehingga Pasar ini menjadi ikon dan dalam rangka menyambut PON XX serta Pesparawi XIII pada 2021 nanti

Selain melakukan penataan di Pasar Sentral, pihaknya saat ini juga tengah melakukan penataan di beberapa Pasar, baik di SP2, SP 1, SP4, SP3, Gorong-gorong, dan Pasar Mapurujaya.

Ini akan dilakukan oleh tim gabungan dalam melakukan penataan pasar rakyat dan pedagang kaki lima.

“Kami masih mencarikan solusi untuk penataan pasar-pasar di Mimika. Karenanya membutuhkan dukungan dari semua pihak, khususnya Komisi B DPRD Mimika,” tuturnya.

Reporter: Mujiono
Editor: Misba Latuapo

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar