seputarpapua.com

Lagi, Seorang Guru Dikabarkan Meninggal Ditembak KKB di Beoga

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Ilustrasi

TIMIKA | Seorang warga sipil yang berprofesi sebagai guru di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua, kembali dilaporkan meninggal ditembak Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), Jumat (9/4/202).

Tak hanya itu, kontak tembak juga dikabarkan terjadi antara pasukan aparat keamanan dengan KKB di Distrik Beoga, Jumat sore hingga petang.

Data sementara yang diperoleh Seputarpapua.com menerangkan, kontak tembak terjadi antara Satgas Pamtas Mobile Yonif 715/MTL dengan KKB di Distrik Beoga sekitar pukul 16.45 WIT.

Selanjutnya dari data itu di informasikan terdapat seorang warga pendatang menjadi korban tembak KKB.

Informasi lain yang dihimpun tim Seputarpapua.com di rumah duka almarhum Oktovianus Rayo (40) di Gang Tanete, Jalan Budi Utomo, Timika, korban meninggal ditembak KKB atasnama Yonatan Randen.

Kronologi yang diperoleh, korban awalnya bermaksud akan mengambil terpal di rumah kepala SMP untuk dipakai mengalas jenazah Oktovianus Rayo yang sudah mulai mengeluarkan aroma tak sedap. Namun, saat berada di rumah kepala SMP, korban ditembak KKB.

Terkait data dan informasi yang diperoleh Seputarpapua.com malam ini, Pj Kapolres Puncak, Kompol I Nyoman Punia saat dikonfirmasi via pesan singkat WhatsApp (WA) menyampaikan, dirinya belum mendapat informasi kejadian tersebut lantaran belum bisa menghubungi Kapolsek Beoga.

“Saya belum bisa komunikasi dengan Kapolsek Beoga,” tulisnya dalam pesan singkat WA.

“Belum dapat. Sampai sekarang saya belum bisa telepon ke sana. Mungkin karena di Ilaga hujan deras,” tulisnya lagi.

 

Reporter: Saldi
Editor: Aditra
Berita Terkait
Baca Juga