LBH Papua Sebut Penggusuran, Uncen Pastikan Penertiban untuk Mahasiswa

PENERTIBAN | Pengosongan dan penertiban asrama dan rusunawa Universitas Cenderawasih di Jayapura menuai pro kontra. (Foto: Ist/LBH Papua)
PENERTIBAN | Pengosongan dan penertiban asrama dan rusunawa Universitas Cenderawasih di Jayapura menuai pro kontra. (Foto: Ist/LBH Papua)

TIMIKA | Ratusan aparat gabungan TNI dan Polri dikerahkan melakukan penertiban paksa asrama dan rusunawa Universitas Cenderawasih (Uncen) di Perumnas 3 Waena, Kota Jayapura, Papua, Jumat (21/5/2021).

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Papua selaku kuasa hukum mahasiswa Uncen (aktif) menyoal penertiban tersebut yang disebutnya sebagai penggusuran paksa dan melanggar hak asasi manusia (HAM).

“Penggusuran paksa adalah pelanggaran HAM dan merupakan tindakan perbuatan melawan hukum,” kata Direktur LBH Papua Emanuel Gobay kepada Seputarpapua.com, Sabtu (22/5/2021).

Emanuel Gobay mengatakan, Rektor Uncen Apolo Safanpo dalam jawaban somasinya telah berjanji bahwa upaya pindah sementara ke asrama lain yang tidak dilakukan renovasi atau sedapat mungkin untuk membiayai sewa kamar sementara.

“Namun pada prakteknya Rektor Uncen mengabaikannya dan selanjutnya membongkar atap 8 Unit Asrama Mahasiswa Universitas Cenderawasih Sakura Abepura pada tanggal 10 Mei 2021 dan 11 Mei 2021,” sebut Gobay.

Disamping itu, menurut dia, tindakan mengeluarkan mahasiswa Uncen beserta barang-barangnya secara paksa hingga membongkar tangga naik menuju lantai atas asrama pada 21 Mei 2021, berdampak pada tidak terpenuhinya hak atas tempat tinggal.

“Dapat berujung pada terlanggarnya hak atas pendidikan bagi para mahasiswa penghuni kedua asrama mahasiswa Uncen tersebut. Secara langsung menunjukkan bukti Rektor Uncen melakukan tindakan penggusuran paksa yang merupakan pelanggaran HAM,” ucapnya.

LBH Papua mempunyai data bahwa sejak pembongkaran atap rumah 8 unit asrama mahasiswa Uncen Sakura Abepura pada 10 Mei 2021 dan 11 Mei 2021, para mahasiswa harus menumpang di keluarga-keluarga terdekat maupun menumpang di kontrakan teman-temannya.

editor : Mish

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan