Lem Aibon Masih Marak Disalahgunakan Anak-anak, Fritz: Mimika Butuh Perda

Korwil LAN Pusat, Fritz de Fretes (Foto: Kristin Rejang/Seputarpapua)
Korwil LAN Pusat, Fritz de Fretes (Foto: Kristin Rejang/Seputarpapua)

TIMIKA | Koordinator Wilayah (Korwil) Lembaga Anti Narkotika (LAN) Pusat,  Fritz de Fretes menyebut anak-anak usia SD dan SMP di Mimika banyak mengisap lem aibon (lem aica aibon).

Penyalahgunaan lem perekat mengandung zat kimi berbahaya seperti Lysergic Acid Diethyilamide (LSD) ini menjadi catatan penting bagi LAN bagaimana cara agar bisa ditangani.

Kendati begitu, salah satu kendala penanggulangan di Mimika adalah tidak adanya Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur penyalahgunaan lem aibon.

“Solusinya adalah Perda karena polisi tidak bisa menangkap atau mengeksekusi atau dapat bisa mengakomodir aibon kalau tidak ada perdanya,” kata Fritz kepada wartawan, Jumat (28/1/2022). 

LAN wilayah Mimika yang melaksanakan Raker pada Jumat (28/1/2022) di salah satu hotel di Yos Sudarso juga membahas mengenai lem aibon tersebut.

Dengan tidak adanya Perda terkait lem aibon, kata Fritz, melalui raker diharapkan bisa mendesak pemerintah daerah untuk menerbitkan Perda guna membatasi penjualan lem aibon, juga bagaimana caranya membatasi akses anak-anak mendapatkan lem aibon.

“Ini kelihatan dengan bebas sekali anak-anak mendapatkan lem aibon baik dari mebel-mebel, sisa sisa lem bahkan mereka bisa beli dengan harga murah. Kita tidak bisa salahkan pedagang karena tidak ada perda,” katanya.

Lanjut Fritz, dengan Perda bisa mendukung gerakan perintah, pihak keamanan, BNN dan LAN juga lembaga lembaga sosial lainnya yang bergerak di bidang narkoba untuk bisa mengakomodir dan mengendalikan gerakan aibon ini.

Selain itu, Ia juga sedang menggodok sistim bagi LAN Mimika bagaimana dapat memutus rantai pergerakan narkoba di Timika.

Ada pun 12 divisi dalam struktur lembaga anti narkotika, lanjut Fritz, digerakkan untuk bekerja maksimal sesuai dengan bidang masing-masing, berintegritas bersama TNI/Polri, LAN, BNN dan swasta, tokoh agama, masyarakat.

“Bagaimana kita bersinergi bersama untuk bisa satu konsep dalam memberantas narkoba di bumi Timika,” ujarnya.

Sementara itu, pihaknya juga sedang berencana adanya rumah rehabilitasi.

“Korban anak-anak karena menggunakan aibon ini sudah banyak di Timika, memang tidak bisa terdata secara terperinci karena ada di semua titik tetapi dengan terbentuknya rumah rehabilitasi, maka LAN dapat bergerak untuk membangun titik-titik posko di semua tempat yang memang dinilai ada gerakan lem aibon supaya anak-anak bisa kita akomodir. Kita bina secara rohani juga fisioligi,” jelasnya.

Ia berharap pembangunan rumah rehabilitasi bisa direalisasi. Saat ini pihaknya masih berkominikasi dengan Pemda Mimika didukung dengan pemerintah pusat, juga BNN dan Kesbangpol.

“Ini harus segera dibangun dengan cepat, kita juga libatkan hamba-hamba Tuhan. Pemerintah punya masyarakat, lintas agama di Mimika juga punya umat. Ini yang harus dibangun. Jadi sinergitas ini harus terpelihara dengan baik agar pencegahan bisa terlaksana dengan baik,” tambah dia.

reporter : Kristin Rejang

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.