Lemasa Gelar Musdat III, Tiga Kandidat Maju dalam Pemilihan

Ketua Panitia Musdat ke III Lemasa, Bosco Pogolamun saat mengalungkan tanda peserta kepada peserta Musdat. (Foto: Arifin/Seputarpapua)
Ketua Panitia Musdat ke III Lemasa, Bosco Pogolamun saat mengalungkan tanda peserta kepada peserta Musdat. (Foto: Arifin/Seputarpapua)

TIMIKA | Lembaga Musyawarah Adat Suku Amungme (Lemasa) menggelar Musyawarah Adat (Musdat) ke III, Kamis (19/1/2023).

Kegiatan yang dilaksanakan pada salah satu hotel di jalan Budi Utomo ini, terdapat tiga kandidat yang akan maju dalam pemilihan Ketua Lemasa periode 2023-2028.

Ketua Panitia Musdat, Bosco Pogolamon mengatakan, pihaknya telah membuka pendaftaran kandidat sejak seminggu yang lalu, namun hanya tiga orang yang mendaftarkan diri.

Tiga orang tersebut yakni Frans Pinimet, Yopi Magal dan Yohanis Wantik.

“Jadi sebentar kita serahkan nama-nama tersebut ke pimpinan sidang untuk proses pemilihan. Kami dari panitia sendiri merasa banyak orang Amungme yang terdidik dan terpelajar, tetapi tidak ada yang daftar,” katanya.

Menurut dia, banyak orang Amungme yang terdidik maupun terpelajar namun belum berani menanggung semua risiko dan bertanggung jawab terhadap kondisi dan situasi Amungme saat ini.

“Yang terdaftar ini sangat luar biasa bagi saya, dia mau bertanggung jawab untuk orang Amungme,” ujar Bosco.

Sementara Mandatori Tim Konsolidasi Lemasa, Menuel Jhon Magal menyampaikan bahwa di laksanakannya musdat ini untuk menghidupkan kembali Lemasa.

“Karena sudah terlampau lama tidak bangkit dan tidak ada kegiatan, sekarang kami mau bangkitkan atau hidupkan kembali,” kata Menuel.

Menurutnya, setelah Lemasa di hidupkan kembali, akan dilakukan kegiatan-kegiatan pada semua aspek pembangunan, agar masyarakat Amungme dapat terlibat didalamnya.

“Kalau tidak ada yang merangsang mereka untuk bangkit, itu yang susah,” ucapnya.

Menurut dia juga, satu-satunya lembaga yang masih relevan untuk membangun masyarakat Amungme adalah Lemasa itu sendiri. Sehingga ia berharap setelah musdat ini pengurus devinitif dapat bekerja dengan baik dan bermitra dengan semua lembaga yang relevan.

“Harus terbuka dan dapat membangun diri, jalin komunikasi dengan semua pihak terutama bermitra dengan Pemerintah Daerah,” katanya.

Masyarakat suku Amungme yang hadir dalam Musdat ke III Lemasa ini, kata dia merupakan perwakilan dari wilayah adat yang ada di Tanah Amungsa.

“Untuk hak pilih, itu nanti sendiri lagi, seperti dari sesepuh dan tua-tua, mereka yang menentukan,” pungkasnya.

 

Tanggapi Berita ini
reporter : Arifin Lolialang
editor : Saldi Hermanto

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.