Lemasko Tanggapi Video Yohanes Kemong dan Berencana Lapor Polisi

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email

TIMIKA | Lembaga Musyawarah Adat Suku Kamoro (Lemasko) menanggapi penyampaian Yohanes Kemong yang mengatasnamakan Organisasi Kaum Intelektual Amungsa (OKIA).

Dalam video berdurasi 4 menit 28 detik yang disebar melalui grup WhatsApp oleh Yohanes Kemong sendiri, ia menyinggung Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) lembaga adat terkait masa kepengurusan Lemasko dibawah kepemimpinan Gergorius Okoare, yang menurutnya adalah ilegal atau tidak sah.

Dalam hal ini, Yohanes Kemong menganggap kepengurusan Lemasko saat ini telah berakhir masa kepengurusannya dan harus melaksanakan musyawarah adat (Musdat) untuk memilih pengurus baru.

Dengan begitu, ia mendesak PT Freeport Indonesia menghentikan sementara proses pencairan anggaran untuk masyarakat adat yang prosesnya melalui Lemasko, dan berhenti melibatkan lembaga adat dalam proses-proses terkait hak-hak masyaralat adat.

Selain itu, ia juga mendesak Freeport untuk mendorong Lemasko segera melaksanakan musdat.

Menanggapi hal itu, pengurus Lemasko periode 2019-2024 berkumpul dan menyampaikan tanggapan mereka atas pernyampaian Yohanes Kemong dalam video itu, yang kini sudah tersebar hingga ke publik.

Ketua Lemasko, Gergorius Okoare mengecam keras penyampaian Yohanes Kemong tersebut. Ia mengatakan Yohanes Kemong tidak mengetahui tentang AD/ART Lemasko.

Saat ini, masa kepengurusan Lemasko akan berakhir pada tahun 2024, lantaran musdat dilaksanakan pada tahun 2019 dan almarhum Robertus Waraopea terpilih sebagai Ketua Lemasko sedangkan dirinya Gergorius Okoare menjabat Wakil Ketua 1.

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Berita Terkait
Baca Juga
Dapatkan Notifikasi ?    Ya Nanti