Lewat ‘Program Kampung’ YPMAK Dorong Masyarakat Jadi Pelaku Kembangkan Kampung

ARAHAN | Wakil Direktur Perencanaan Program YPMAK Nur Ifa Karupukaro saat menyampaikan arahan kepada masyarakat kampung. (Foto: Mujiono/Seputarpapua)
ARAHAN | Wakil Direktur Perencanaan Program YPMAK Nur Ifa Karupukaro saat menyampaikan arahan kepada masyarakat kampung. (Foto: Mujiono/Seputarpapua)

TIMIKA | Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia terus berupaya memberikan motivasi dan melatih masyarakat dalam memberdayakan dan mengembangkan kampung sebagai surga.

Salah satu upaya dilakukan adalah pelaksanaan ‘Program Kampung’ yang sudah dilakukan sejak Desember 2021 lalu.

Melalui ‘Program Kampung’ ini YPMAK memberikan kepercayaan kepada masyarakat untuk menjadi subyek (pelaku) bukan obyek atau penonton seperti pada program-program lainnya.

Selain itu, melalui ‘Program Kampung’ diharapkan bisa memberikan tambahan penghasilan. Sehingga perekonomian masyarakat di kampung meningkat. Karenanya, diharapkan perencanaan kegiatan yang akan dilakukan untuk tahap II dan selanjutnya, masyarakat bisa melihat potensi kampung untuk bisa dikembangkan menjadi lebih baik.

Wakil Direktur Perencanaan dan Program YPMAK, Nur Ifa Karupukaro mengatakan, saat ini sudah ada perubahan status dari lembaga menjadi yayasan. Dengan berubah menjadi yayasan, YPMAK lebih kepada memberdayakan masyarakat bukan pengembangan.

Memberdayakan yang dimaksud disini adalah, bagaimana masyarakat dimotivasi dan dilatih untuk bisa memikirkan nasib dan hidup di kampung. Karena kampung itu surga bagi masyarakat.

“Sekarang, YPMAK tidak menurunkan program tetapi masyarakatlah yang membuat program. Karena kalau YPMAK yang menurunkan program, maka masyarakat akan dipaksa untuk mengikuti program tersebut. Tapi kalau masyarakat yang menciptakan program, maka merasa bertanggungjawab terhadap pelaksanaan program demi pengembangan kampung yang lebih baik,” kata Nur Ifa saat melakukan monitoring dan evaluasi (monev) di Distrik Mimika Barat Jauh, Selasa (8/3/2022).

Kata dia, pada pelaksanaan tahap I ‘Program Kampung’ yang dilaksanakan mulai Desember 2021 lalu, semua kegiatan yang direncanakan oleh masyarakat sudah dikerjakan secara baik. Ini terlihat saat monev yang dilakukan oleh Tim YPMAK, PT Freeport Indonesia, dan Lemasko.

“Puji Tuhan, semua kegiatan tahap I berjalan dengan baik. Ini membuktikan, kalau masyarakat kampung sangat bertanggungjawab terhadap apa yang sudah direncanakan dan dirancang,” katanya.

Keberhasilan pelaksanaan kegiatan di tahap I ini sebagai bentuk edukasi dan pembelajaran agar masyarakat mampu merancang dan menrencanakan program dalam mengembangkan kampung.

Walaupun sifat dari pekerjaannya masih sederhana, seperti pembuatan dan pengecatan pagar kampung, pembersihan lingkungan, dan lainnya.

“Karena program ini masih awal, maka sifat pekerjaan yang dilaksanakan masih sederhana. Dengan tujuan bisa memotivasi masyarakat, untuk lebih bertanggungjawab terhadap kampungnya,” ujarnya.

Meski demikian, di tahap II yang nantinya segera dijalankan, pihaknya berharap program yang dilakukan tidak sama, seperti pembersihan kampung, pembuatan pagar, karena itu sudah kewajiban mereka di kampung. Tetapi lebih memikirkan program yang bisa menambah pendapatan secara berkelanjutan. Tentunya dengan melihat potensi-potensi kampung.

Misalnya, potensi perikanan. Masyarakat bisa membentuk sebuah koperasi yang menampung hasil dari masyarakat untuk dipasarkan ke tempat lain. Dengan demikian, akan ada pendapatan yang rasakan oleh masyarakat dan itu secara berkelanjutan.

“Ya tentunya, pelaksanaan program yang berkelanjutan tersebut harus ada kolaborasi dengan semua pihak, mulai dari pemerintah distrik, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan lainnya. Sehingga terbangun sinergitas dalam pengembangan potensi yang ada,” tuturnya.

Ia menambahkan, dengan kata lain melalui ‘Program Kampung’ diharapkan mampu merubah pola pikir (Mindset). Yang dulunya memiliki rasa cemburu, curiga, iri hati, dan lainnya itu hilang. Karena masyarakat lebih memikirkan, bagaimana bisa mendapatkan penghasilan secara berkelanjutan. Serta menjadikan kampung itu menjadi surga bagi masyarakat.

“Hal-hal inilah yang perlu dipahami oleh masyarakat, bagaimana mereka bertanggungjawab terhadap tempat yang ditempati. Dengan kata lain, kalau tidak masyarakat siapa lagi yang mengembangkan potensi di kampung,” ungkapnya.

Tanggapi Berita ini
reporter : Mujiono
editor : Batt

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.