seputarpapua.com

Lima Pernyataan Sikap Pemda, FKUB dan Forkopimda Mimika Soal Bom Bunuh Diri

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
PERTEMUAN | Pertemuan pemerintah, FKUB dan Forkopimda di Kantor FKUB Mimika. (Foto: Anya Fatma/SeputarPapua)
PERTEMUAN | Pertemuan pemerintah, FKUB dan Forkopimda di Kantor FKUB Mimika. (Foto: Anya Fatma/SeputarPapua)

TIMIKA | Menyikapi kejadian bom bunuh diri di Gereja Katedral, Makassar pada Minggu (28/3/2021), Pemerintah Kabupaten Mimika bersama FKUB dan Forkopimda melakukan pertemuan di Kantor FKUB Mimika, Senin (29/3/2021).

Dalam pertemuan yang dipimpin Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob itu menghasilkan lima pernyataan sikap berkaitan dengan kejadian itu.

Wakil Bupati mengatakan, kejadian di Makassar adalah perbuatan manusia yang tidak punya hati.

Untuk itu, ia berharap masyarakat Mimika tidak terpancing dan menyerahkan semua kejadian ini kepada pihak berwajib.

“Kejadian ini membuat kita semua terpukul. Tapi mari kita menyikapi ini dengan bijak karena pihak berwajib sedang menangani hal ini,” katanya dalam pertemuan.

Sementara, Ketua FKUB Mimika Ignatius Adii mengatakan, menjelang perayaan Paskah ia meminta kerja sama dari semua pihak bukan hanya TNI-Polri saja untuk menjaga keamanan, agar pada perayaan paskah nanti bisa berjalan baik.

Menurutnya, Mimika merupakan salah satu daerah dengan toleransi umat beragama yang baik sehingga jangan sampai ada yang terprovokasi dengan kejadian bom bunuh diri.

“Intinya bahwa kita di Timika harus serius menyikapi ini karena ada beberapa hal yang perlu kita was-was. Jangan sampai pihak ketiga masuk menggunakan hal ini sebagai dasar mengacaukan, perlu antisipasi,” katanya.

Berikut lima pernyataan sikap tersebut:

1. Perhatian dan rasa duka cita atas peristiwa yang mencederai rasa kemanusiaan untuk bangsa Indonesia.

2. Menolak segala bentuk kekerasan dan tindakan anarkis yang mengatas namakan agama dalam rangka menjaga kesatuan NKRI.

3. Mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Mimika untuk tidak terprovokasi dan tetap menjaga kerukunan cinta damai dan toleransi antar umat beragama.

4. Menjadikan Kabupaten Mimika sebagai daerah yang terdepan dalam perlawanan terhadap paham dan tindakan yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945.

5. Menolak dan menyerahkan pelaku teroris yang terjadi di Makassar pada penegak hukum untuk penyelesaian secara hukum.

 

Reporter: Anya Fatma
Editor: Aditra
Berita Terkait
Baca Juga