seputarpapua.com

Lima Poin Doa Warga Gereja di Indonesia untuk Bangsa Menyambut Paskah

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Ilustrasi

TIMIKA | Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) telah mengeluarkan salinan doa untuk bangsa menyambut Paskah 2021 ditujukan kepada segenap warga gereja di Indonesia.

PGI menitikberatkan persoalan pandemi yang belum juga berakhir, ditambah lagi kepedihan atas aksi brutal bom bunuh diri yang melukai belasan orang di Gereja Katedral Makassar.

“Namun seperti pesan Paskah 2021 (Yohanes 20:14-16), gereja-gereja terpanggil untuk berpaling pada Sang Hidup,” demikian surat PGI No 075/PGI-XVII/2021 tertanda Ketum PGI Pdt. Gomar Gultom dan Sekum PGI Pdt. Jacklevyn F. Manuputty, Senin (29/3/2021)

Di tengah kemelut yang dihadapi bangsa termasuk peristiwa bom bunuh diri, PGI mengimbau lima poin kepada umat Kristiani sebagai bahan doa dan renungan dalam menyambut Paskah.

Pertama, PGI meyakini semua pihak mengecam segala bentuk aksi kekerasan dan terorisme, yang tak lain merupakan bayang-bayang kematian. Apapun bentuknya, kekerasan tidak akan pernah mampu menyelesaikan masalah.

Kendati umat berkali-kali mendapatkan aksi kekerasan dan ancaman bom, PGI berharap hendaknya hal ini tidak menimbulkan reaksi berlebihan yang bisa memicu lingkaran kekerasan baru.

“Paskah mengajarkan pengampunan, dan melalui spirit pengampunan itu, kita terus mendoakan pelaku dan orang-orang di sekitarnya agar tersentuh oleh kasih-Nya dan dapat berbalik kepada Sang Hidup,” katanya.

Kedua, memasuki rangkaian Minggu Paskah (Rabu Abu, Kamis Putih, Jumat Agung, Sabtu Sunyi, dan Minggu Kebangkitan), PGI mengajak umat semakin meningkatkan kewaspadaan dalam doa-doa kepada Tuhan.

“Untuk setiap perayaan tersebut, kalau harus melaksanakannya dalam bentuk persekutuan ragawi, kiranya tetap waspada terhadap kemungkinan ancaman kekerasan baru, seraya tetap menjalankan protokol kesehatan secara ketat,” imbuh PGI.

Berita Terkait
Baca Juga