Lompat Tinggi Peparnas, Dapiel Bayage Pecahkan Rekor Asia dan Emas untuk Papua

Dapiel Bayage, atlet NPC asal Papua sedang bersiap pecahkan rekor lompat tinggi Asia di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, Sabtu (6/11/2021). (Foto: Yonri Revolt/Seputarpapua)
Dapiel Bayage, atlet NPC asal Papua sedang bersiap pecahkan rekor lompat tinggi Asia di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, Sabtu (6/11/2021). (Foto: Yonri Revolt/Seputarpapua)

JAYAPURA | Atlet NPC asal Papua, Dapiel Bayage pecahkan rekor Asian Paralimpik di nomor lompat tinggi T42 pada perhelatan Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVI, Sabtu (6/11/2021) di Arena Atletik Stadion Lukas Enembe di Kabupaten Jayapura.

Pria kelahiran 1991 asal Kampung Silakma, Distrik Gigma, Kabupaten Yahukimo, Papua ini menjadi juara dan pemecah rekor Asia usai menyingkirkan tiga pesaingnya, yakni Rizky Fauzi Akbar asal Kalimantan Timur, Anton Hilman asal Jawa Barat dan Tatag Sugiono asal Jawa Tengah.

Lompatan pada Peparnas XVI yang mampu ditaklukan Dapiel setinggi 170 meter. Rekor ini sebelumnya juga dipegangnya di tahun 2016.

Kala itu, Dapiel turun laga di Peparnas XV Jawa Barat. Lompatan tertinggi yang diraihnya 165 meter dan masuk rekor Asia.

Prestasi Dapiel memang bukan hal gampang baginya. Tumbuh besar di pedalaman Papua, membuat Dapiel memiliki semangat dan tekat kuat untuk taklukkan rintangan.

Kunci prestasi bagi Dapiel adalah mental yang kuat, selain fisik dan teknik dalam atletik.

“Sejak kecil saya terlatih secara mental. Sekarang, karena juga berkat pelatih, prestasi ini saya raih,” kata Dapiel usai pertandingan.

 

Atlet Lompat Tinggi NPC Papua, Dapiel Bayage taklukkan lompatan 170 meter di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, Papua pada Sabtu (6/11/2021). (Foto: Yonri Revolt/Seputarpapua)

 

Dapiel pertama kali terjun sebagai atlet pada tahun 2011. Sebelumnya, ia bekerja di Lembaga Swadaya Masyarakat yang mengadvokasi hak-hak sipil masyarakat Papua.

“Emas yang didapat ini, saya persembahkan untuk masyarakat Papua. Terima kasih untuk semua masyarakat Papua yang sudah mendukung saya selama ini,” kata Dapiel.

Di Peparnas XVI, Dapiel adalah atlet yang mengirab Api Peparnas keluar dari asalnya, di Kampung Kaitimung, Distrik Nimboran, Papua pada 2 November 2021, lalu.

Api suci itu ia temani bahkan hingga sampai ke Gedung Negara Provinsi Papua di Jayapura pada 4 November 2021.

“Tidak ada yang mustahil. Kuncinya berdoa, latihan dan percaya diri,” pungkasnya.

reporter : Yonri
editor : Mish

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.