Mahasiswa Asal Mimika Akui Beasiswa YPMAK Ringankan Beban Orang Tua

Tim Monev YPMAK bertatap muka dengan 13 peserta beasiswa Universitas Sanata Dharma, Senin (19/9/2022). (Foto: Yonri/Seputarpapua)
Tim Monev YPMAK bertatap muka dengan 13 peserta beasiswa Universitas Sanata Dharma, Senin (19/9/2022). (Foto: Yonri/Seputarpapua)

YOGYAKARTA | Beasiswa yang dikucurkan Yayasan Pengembangan Masyarakat Amungme Kamoro (YPMAK) pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia diakui sangat membantu meringankan beban orang tua.

Beasiswa ini diberikan pada kuota 3.000 pelajar dan mahasiswa Orang Asli Papua (OAP) yang tersebar di sejumlah sekolah dan perguruan tinggi di Indonesia.

Terkait ini, 3 mahasiswa Universitas Sanata Dharma asal Mimika pun mengucapkan terimakasihnya kepada YPMAK saat bertemu tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) YPMAK di Yogyakarta, Senin (19/9/2022).

Rutqis Lebanna Ikikitaro misalnya. Mahasiswi semester 7 jurusan Pendidikan Bahasa Inggris itu mengaku beban orang tuanya terbantu dengan bantuan beasiswa YPMAK.

“Sangat terbantu, kalau harapkan gaji bapak pasti kami kesulitan,” ungkap putri dari personel Kodim 1710 Mimika, Sertu Engelbertus Ikikitaro dan Marlina Nainggolan itu.

Ia mengaku memanfaatkan peluang itu sepenuh hati. “Saya pilih program studi bahasa Inggris karena di Timika khusus wilayah pesisir dan pedalaman masih minim guru bahasa Inggris,” tuturnya.

Rutqis bertekad menyelesaikan kuliah 5 tahun sebagaimana yang sudah ditetapkan YPMAK untuk semua peserta program beasiswa.

“Hambatan yang saya dapati yah mungkin karena kulit saya hitam dan rambut keriting jadi sering dipandang sebelah mata. Kondisi  itu tidak menjadikan saya minder, saya jadikan itu motivasi,” tuturnya.

Pernyataan serupa disampaikan mahasiswa semester 7, Maximus Rumaropen.

“Yang saya rasakan biaya hidup lebih mudah khusus orang tua. Kalau biaya mandiri pasti orang tua kesulitan,” ujarnya.

Dia mengaku mendapat Rp 2 juta setiap bulan untuk biaya makan minum dan transportasi, sedangkan uang buku ditanggung terpisah.

“Saya tinggal di asrama student resident. Bapak kerja sebagai guru, mama ibu rumah tangga. Kalau harapkan gaji bapa tentu tidak bisa. YPMAK sudah seperti orang tua kami,” ungkap mahasiswa yang pernah kuliah di Uncen tahun  2018 itu.

Sementara Silva Safira Victoria Yarinap yang kini duduk dibangku semester 3 jurusan Bimbingan Konseling berharap bantuan YPMAK tetap dikucurkan.

“Semoga YPMAK dapat terus memberi kontribusi bagi warga Mimika dan Papua. Kami sudah menganggap YPMAK seperti orang tua kami,” ujar alumnus SMA 8 Manado itu.

Turut hadir dalam kegiatan ini Sekretaris YPMAK Johanan Saidui, Kadiv Program Perencanaan Pendidikan Feri Magai Uamang, Kadiv Monev Pendidikan Dion Burdam, Deputi Program Oni Wiranda dan beberapa staf lainnya.

 

Tanggapi Berita ini
reporter : Yonri
editor : Aditra

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.