Makin Meresahkan, Seorang ODGJ di Timika Pecahkan Kaca Mobil Warga

Kaca mobil milik seorang warga dipecahkan oleh ODGJ dibilangan jalan Yos Sudarso, depan Pasar Lama Timika. (Foto: Ist)
Kaca mobil milik seorang warga dipecahkan oleh ODGJ dibilangan jalan Yos Sudarso, depan Pasar Lama Timika. (Foto: Ist)

TIMIKA | Seorang warga di kompleks Maccarena Kwamki Baru, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika menjadi korban atas ulah Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang masih berkeliaran bebas diseputaran Kota Timika dan sekitarnya.

Jumat siang (26/8/2022), sekitar pukul 14.30 WIT, warga bernama Sius menjadi korban ulah seorang perempuan yang diketahui mengalami gangguan jiwa, di Jalan Yos Sudarso, depan Pasar Lama.

Sius mengaku, kaca mobil atau kendaraan roda empat miliknya dipecahkan seorang perempuan menggunakan batu.

Kepada Seputarpapua.com via telepon, Jumat malam, Sius menceritakan kronologis kejadian tersebut. Berawal ketika Sius dari rumahnya yang berada di Kompleks Maccarena hendak mengantar anaknya kursus di Jalan Pattimura.

Melintas di depan Pasar Lama, tiba-tiba seorang perempuan dari arah depan melempar batu ke arah kaca mobil lalu pergi.

“Dia naik di median jalan baru lempar mobil. Saya tidak tahu bahwa dia akan lempar mobil. Pas bunyi baru saya kaget,” terang Sius.

Sius saat itu hendak berhetikan laju mobil yang dikendarainya, namun saat itu sedang lampu hijau sehingga Ia hanya menoleh ke arah belakang melihat perempuan tersebut berlalu.

“Orang-orang disitu bilang, itu orang gila. Dia marah atau bagaimana, saya tidak tahu. Tiba-tiba naik median jalan baru lempar mobil saya,” ujarnya.

Menurut informasi dari warga disekitar Pasar Lama bahwa perempuan tersebut kerap membuat ulah secara tiba-tiba, baik kepada warga sekitar maupun pengguna jalan disaat melintas depan Pasar Lama, Jalan Bougenville, Jalan Bhayangkara, hingga Jalan Pendidikan.

Atas kejadian ini, Sius berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika khususnya dinas terkait yang menangani masalah ODGJ, dapat menertibkan sejumlah warga yang mengalami gangguan jiwa dan masih berkeliaran bebas di seputaran Kota Timika dan sekitarnya.

Hal itu dimaksudkan Sius agar tidak terjadi lagi hal-hal yang sama kepada warga lainnya yang bahkan bisa lebih fatal lagi.

“Tidak semua sih orang gila ganggu-ganggu atau pukul orang. Tapi memang ibu ini bahaya sekali, banyak orang keluhkan. Jadi mungkin pemerintah daerah khususnya yang menangani orang gila itu, mungkin ditertibkan boleh, supaya jangan merugikan masyarakat,” harapnya.

Tanggapi Berita ini
reporter : Saldi
editor : Aditra

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.