Mancing di Teluk Youtefa yang Tertangkap Malah Sampah

SAMPAH | Tumpukan sampah kiriman yang masuk di Teluk Youtefa - (Agus Pabika - SP)
SAMPAH | Tumpukan sampah kiriman yang masuk di Teluk Youtefa (Foto: Agus Pabika/SP)

JAYAPURA | Sampah plastik dan limbah rumah tangga yang mencemari Teluk Youtefa menyebabkan hasil tangkapan nelayan berkurang.

Salah satu warga, Mama Nonce yang menjual hasil tangkapan nelayan di Teluk Youtefa mengeluh soal banyaknya sampah di kawasan tersebut.

Dikutip dari Suarapapua.com, Sabtu (⅛) Mama Nonce yang menjual ikan dii pinggir jalan jembatan Youtefa mengatakan, mata pencaharian masyarakat Kampung Enggros dan Tobati yang mendiami Teluk Youtefa mulai mengeluh, karena tangkapan hasil laut semakin berkurang.

“Kami dari dua kampung sering mencari ikan dan kerang (bia) di pinggiran teluk Youtefa, namun sekarang untuk mencari ikan harus keluar melaut jauh dari kampung, karena di kampung ikan dan kerang tidak ada lagi,” kata Mama Nonce.

Hal ini dikarenakan limbah sampah plastik terutama limbah rumah tangga menumpuk di dasar laut sehingga ikan bergeser ke laut.

“Bagaimana tidak kita buang pancing ikan saja yang naik bukan ikan tapi plastik-plastik. Kerang lagi sudah berkurang, susah cari karena lumpur plastik sudah tersebar di dalam hutan-hutan mangrove tempat cari kerang,” tuturnya.

Ia berharap pemerintah aktif membersihkan sampah plastik di teluk Youtefa. Masyarakat juga dihimbau tidak membuang sampah plastik ke laut karena akan mencemarkan teluk Youtefa.

“Ini juga berdampak pada hasil tangkapan ikan dan kerang, kami harus menyuruh anak-anak kami melaut jauh untuk dapatkan ikan segar dengan kemungkinan kecelakaan yang tidak bisa di prediksi terutama cuaca dan gelombang laut,” tuturnya.

Prev1 of 2

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar