Mantan Anggota DPRD Kota Sorong Dimintai Keterangan Dalam Kasus Dugaan Korupsi

Petrus Nauw usai dimintai keterangan di Kejari Sorong, Senin (18/1/2021). (Foto: Ist/Charles)
Petrus Nauw usai dimintai keterangan di Kejari Sorong, Senin (18/1/2021). (Foto: Ist/Charles)

TIMIKA | Mantan anggota DPRD Kota Sorong, Papua Barat, Petrus Nauw dimintai keterangan dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan ATK di BPKAD setempat tahun anggaran 2017 senilai Rp8 Miliar.

Anggota DPRD Kota Sorong periode 2014-2019 itu diperiksa sebagai saksi di ruang Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Sorong, Senin 18 Januari 2021.

Selain Petrus, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Sorong, Hanock Talla, juga dimintai keterangan dalam kasus yang sama.

Pemeriksaan Hanock sebagai saksi merupakan kali kedua setelah sebelumnya dipanggil pada 7 Januari 2021 lalu. Ia ketika itu dicecar serangkaian pertanyaan dalam waktu sekitar delapan jam.

Usai memberi keterangan, Petrus Nauw mengaku dirinya dipanggil berdasarkan Surat Perintah Penyelidikan Kepala Kejaksaan Negeri Sorong No: Print-01/R.2.11/Fd.1/2021 tanggal 4 Januari 2021.

Petrus juga diminta membawa dokumen yang terkait dengan dugaan tindak pidana terhadap realisasi belanja barang dan jasa alat tulis kantor dan cetak pada BPKAD Kota Sorong tahun anggaran 2017.

IKLAN-TENGAH-berita

Disebutkan, dirinya dimintai keterangan dalam kapasitasnya sebagai anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Sorong, ketika terjadi dugaan korupsi yang menyasar APBD induk dan perubahan tahun 2017.

“APBD induk saat itu nilainya kecil, sementara APBD perubahan jumlahnya besar. Mendekati keterangan dari BPKAD yang mengatakan ada perbandingan 208,74 persen antara kedua jenis APBD tadi,” ungkap Petrus.

Prev1 of 2

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar