Masyarakat Keluhkan BBM Pertalite Boros, Begini Tanggapan Pertamina

TIMIKA | Selain mengeluhkan kenaikan harga, Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis pertalite juga dinilai boros.

“Pertalite Boros. Jadi borosnya itu biasanya kita dua hari isi ini sekarang tiap sore kita isi bensin. Oktannya kan juga banyak jadi cepat menguap juga bahan bakar itu, akhirnya boros,” kata Hendra Syahrul, salah satu tukang ojek kepada Seputarpapua.com, Jumat (23/9/2022).

Hendra mengaku sebelum harga BBM naik, ia mengisi bensin sehari sekitar Rp 35 ribu, namun sekarang meski isi sama tapi tidak cukup, ini berbeda dengan saat mereka menggunakan Premium. 

Ia juga masih berharap ada kebijakan dari pemerintah untuk menurunkan harga BBM.

“Cobalah itu diturunkan lagi harganya, apalagi penumpang tidak ada yang mau mengerti masalah pembayaran,”katanya.

“Masyarakat (penumpang) itu tidak peduli maunya harga ojek tetap, kita naikan harga menjadi Rp7 ribu mereka tidak mau, yah kita ikut arus saja. Tapi kenaikan BBM ini jadi masalah karena naik juga barang-barang yang lain, kita rasakan juga ini,” ungkapnya.

Menurutnya sebelum harga BBM naik, sehari ia mengeluarkan uang hanya Rp20 ribu sekarang harus keluarkan uang Rp35 ribu untuk mencukupinya dalam mengais rejeki mencari penumpang.

Pihak PT Pertamina memberikan penjelasan mengenai apa yang dikeluhkan oleh masyarakat.

Pertamina menegaskan kualitas bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite (RON 90) tidak berubah.

Pertalite yang dipasarkan melalui lembaga penyalur resmi di Indonesia sesuai dengan Keputusan Dirjen Migas Nomor 0486.K/10/DJM.S/2017 tentang Standar dan Mutu (Spesifikasi) Bahan Bakar Minyak Jenis Bensin 90 Yang Dipasarkan Di Dalam Negeri.

“Batasan dalam spesifikasi Dirjen Migas yang menunjukkan tingkat penguapan pada suhu kamar di antaranya adalah parameter Reid Vapour Pressure (RVP). Saat ini hasil uji RVP dari Pertalite yang disalurkan dari Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Pertamina masih dalam batasan yang diizinkan, yaitu dalam rentang 45-69 kPa (Kilopascal),” kata Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Irto Ginting dikutip dari www.pertamina.com.

Dijelaskan pertamina menjamin seluruh produk BBM yang disalurkan melalui lembaga penyalur resmi seperti SPBU dan Pertashopsesuai dengan spesifikasi dan melalui pengawasan kualitas yang ketat. Sedangkan produk BBM yang tidak sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan tidak akan disalurkan ke masyarakat.

“Pertamina berkomitmen untuk menyalurkan produk-produk BBM berkualitas sesuai dengan spesifikasi. Melalui kontrol kualitas, produk yang tidak sesuai spesifikasi tidak akan disalurkan ke lembaga penyalur,” ujar Irto.

Pihak Pertamina mengimbau agar konsumen melakukan pembelian BBM di lembaga penyalur resmi, seperti SPBU dan Pertashop, agar produk BBM yang didapatkan terjamin kualitas dan keamanannya.

Masyarakat juga diimbau untuk mengisi BBM sesuai dengan ketentuan yang tertera dalam buku panduan kendaraan bermotor karena pabrikan telah menyesuaikan bahan bakar yang cocok sesuai jenis kendaraan. Pergantian isi jenis BBM dengan kadar oktan (RON) yang berbeda juga tidak direkomendasikan.

“Sebaiknya pengendara selalu konsisten dalam memilih bahan bakar yang berkualitas, agar mesin kendaraan selalu awet dan terawat. Lebih aman menggunakan bahan bakar berkualitas dengan oktan/cetane yang direkomendasikan oleh pabrikan, agar mesin dapat bekerja secara maksimal,” tutup Irto.

Tanggapi Berita ini
reporter : Kristin Rejang

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.