Masyarakat Mimika Belum Disiplin Buang Sampah

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Mimika, Syahrial (Foto: Kristin Rejang/Seputarpapua)
Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Mimika, Syahrial (Foto: Kristin Rejang/Seputarpapua)

TIMIKA | Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mimika, Papua, Syahrial berharap ada kerjasama seluruh pihak untuk menangani soal sampa di daerah itu.

Pasalnya, pihaknya sudah berupaya melakukan berbagai cara untuk menangani sampah, mulai dari armada sampah sudah cukup lengkap seperti truck sampah berjumlah 20, motor roda tiga, juga armada lainnya.

Selain itu juga sebanyak 164 petugas sampah yang selalu bekerja bergantian per-tiga shift yakni pagi, siang dan malam untuk mengangkut sampah-sampah di dalam kota Timika.

Begitupun imbauan yang selalu di sampaikan agar masyarakat dapat mentaati peraturan daerah terkait pembuangan sampah hingga waktu buang sampah dari pukul 18.00 WIT sampai 06.00 pagi.

Tak hanya itu, personel Satpol PP juga disiagakan di beberapa titik pembuangan sampah agar dapat mengawasi masyarakat membuang sampah sesuai dengan perda tersebut.

Semua yang dilakukan tentu saja tidak bisa berjalan tanpa ada kesadaran dari masyarakat.

Syahrial mengatakan ini menjadi pekerjaan rumah bagi pihak DLH dan khususnya kelurahan yang lebih dekat dengan masyarakat untuk bisa terus melakukan sosialisasi dan pemahaman kepada masyarakat.

Masyarakat juga perlu diberikan pengetahuan agar bisa membedakan sampah organik dan non organik. Sampah organik adalah bahan yang berasal dari hewan atau tumbuhan sementara non organik adalah sampah yang bukan berasal dari hewan atau tumbuhan (plastik, botol dan lainnya).

Syahrial juga mengingatkan bahwa sampah sebenarnya bernilai ekonomis namun saat ini masyarakat Mimika masih dengan kebiasaan tradisional, mengumpulkan sampah masih campur aduk sehingga tentu akan kesulitan mendatangkan nilai ekonomis bagi masyarakat sendiri.

“Saya baru cerita dengan pengusaha, usaha karton saja kalau dikumpulkan untungnya setahun lumayan bisa 50 juta setahun itu hanya kumpul karton saja,” kata Syahrial, Rabu (23/3/2022).

Artinya, jika masyarakat bisa memilah-milah sampah dengan baik, tentu bisa bernilai ekonomis. Hal ini tentu kata Syahrial harus dimulai dari rumah tangga agar bisa memilah sampah basah dan kering atau organik dan non organik.

Syahrial mengatakan produksi sampah saat ini per hari bisa 27 ton dan pertahunnya sekitar 27.000 ton. Ini tentu bukan sedikit. Namun akan membantu petugas jika masyarakat bisa memperhatikan waktu pembuangan sampah sesuai dengan aturan.

“Bahwa waktu buang sampah dari jam 6 pagi sampai 6 sore tapi pada kenyataannya yah itu, kita sudah bersihkan jam 6 pagi sampai jam 9, tiba-tiba jam 1 lagi sudah ada sampah di sudut- sudut kota. Ini kita kesulitan jadi kita perlu sebetulnya peran serta masyarakat. Kalau masyarakat sudah sadar kita akan mudah tangani sampah,” katanya.

Menurutnya kemungkinan ini adalah ciri masyarakat di daerah yang sedang berkembang yakni kurang disiplin.

“Coba contohlah diluar negeri. Disini kita sudah buat aturan mereka buang sembarang, ditegur mereka malah balik marah kita lagi. Ini yang aneh sebenarnya,” ujarnya.

Sehingga menurutnya perlu edukasi lebih untuk memberikan banyak informasi kepada mereka bahwa penanganan sampah itu perlu kesadaran semua pihak sehingga ia berharap ada peran serta dari kelurahan.

“Tanpa itu kita juga berat, DLH berat, lurah juga berat masyarakat kita setengah mati walaupun kita diberikan uang banyak kalau model kesadaran masyarakat kita seperti ini, itu sama saja kita masih menggarami lautan juga. Sebetulnya dana sedikit tapi masyarakat sadar itu bisa membantu dalam penanganan sampah, pengangkutan dan lainnya, kita tidak perlu punya banyak kendaraan, tidak perlu banyak tenaga,” kata Syahrial.

Ia memberi apresiasi kepada para petugas sampah yang selalu bekerja mengangkut sampah dari masyarakat yang kadang berserakan dan tidak teratur.

“Mereka sudah berjuang, kadang saya lihat mereka juga setengah mati, namun kita ingin kota kita bersih kadang saya suka marah mereka, saya minta maaf jika kadang sudah marah. Sehingga saya berharap kita bersama-sama memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya membuang sampah sesuai dengan tempatnya, tata waktunya sehingga kita punya kota Timika ini menjadi bersih, indah dan berseri,” pungkasnya.

Tanggapi Berita ini
reporter : Kristin Rejang
editor : Batt

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.