Masyarakat Mimika Diminta Tidak Panik, Banyak Toko Jual Minyak Goreng Subsidi

TIMIKA | Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mimika menghimbau masyarakat tidak mudah panik terkait informasi minyak goreng yang dijual dengan harga murah.

Sebab penerapan subsidi minyak goreng satu harga akan berlangsung lama.

“Belilah sesuai kebutuhan. Karena pasti kedepan otletnya akan meluas dan diseragamkan nanti, baik di kios, pasar maupun lainnya,” Kata Kepala Disperindag, Petrus Pali Amba, Sabtu (29/1/2022).

Kata Petrus, beberapa waktu lalu
pihaknya sudah melakukan rapat dengan empat dari 10 distributor yang diundang. Para Distributo mengaku, minyak goreng satu harga belum sampai ke mereka.

“Jadi mereka sampaikan kemarin, kalau disesuaikan dengan harga tersebut untuk satu harga, maka mereka (distributor) tanggung kerugian sekitar 34persen (jika menjual minyak goreng yang tersedia saat ini) ,”jelasnya.

Tetapi kata Petrus, pada prinsipnya, semua distributor di Mimika siap untuk melakukan kebijakan pemerintah pusat dalam hal satu harga.

Saat ini yang sudah menerapkan satu harga minyak goreng adalah anggota Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) di Mimika hanya ada satu ritel yang masuk dalam Aprindo yakni Primo Kuala Kencana.

Sementara itu, Kabid Perdagangan Disperindag, Selfina Pappang menjelaskan menurut pantauan dari Disperindag, tidak hanya di Primo, Kuala Kencana dan Gelael, namun di Mimika saat ini sudah lumayan banyak toko yang menjual minyak goreng seharga Rp14 ribu.

“Banyak toko yang berupaya untuk menjual minyak goreng satu harga, tapi ada juga yang belum karena sementara pendataan stok dari distributor,” jelas Selfina kepada Seputarpapua.com melalui pesan WhatsApp, Sabtu (29/1/2022).

Selfina menegaskan sekarang minyak yang belum ada kejelasan subsidinya adalah merek Bimoli.

“Yang pasti masyarakat akan memilih dengan harga yg lebih murah. Bayangkan beli 1 liter hampir selisih 10 ribu padahal kualitas tidak beda jauh bahkan ada yang setara juga. Dengan demikian minyak goreng non subsidi akan susah perputarannya. Mungkin minyak non subsidi akan menyesuaikan harga tidak sama dengan harga sebelum peluncuran minyak goreng 1 harga,” tuturnya.

Tanggapi Berita ini
reporter : Kristin Rejang
editor : Mish

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.