seputarpapua.com

Masyarakat Tiga Kampung Distrik Tembagapura Tidak Jadi Natal di Kampung Halaman

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
RAPAT | Tim gabungan melapotkan hasil penjauan di Banti 1 dalam rapat bersama. (Foto: Kristin Rejang/SP)
RAPAT | Tim gabungan melapotkan hasil penjauan di Banti 1 dalam rapat bersama. (Foto: Kristin Rejang/SP)

TIMIKA | Tim gabungan terdiri dari Pemda, TNI, Polri, DPRD bersama PT. Freeport Indonesia telah meninjau lokasi di Banti 2, Distrik Tembagapura, Mimika, Papua, pada Sabtu (19/12).

Tim gabungan meninjau hanya satu lokasi, yakni di Banti 2 sebagai acuan karena untuk wilayah Banti 1 dan Opitawak sebelumnya sudah di tinjau oleh pihak Distrik Tembagapura, dan sudah dilaporkan apa saja fasilitas yang harus diperhatikan oleh tim gabungan.

Asisten I Pemerintahan dan Kesejateraan Rakyat Setda Mimika, Yulianus Sasarari yang ikut dalam peninjauan pada Sabtu, menyampaikan hasilnya di depan anggota DPRD Mimika, Senin (21/12).

Dirinya melaporkan bahwa yang ikut berangkat ada beberapa unsur, yakni dari Dinas Pendidikan, Badan Penanggulangan Bendana Daerah, Dinkes, Kesbangpol, Pekerjaan Umum, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, dan pihak Manajemen PTFI, tokoh agama, masyarakat dan perwakilan dari masyarakat tiga kampung.

Dirinya menceritakan bahwa kondisi di Banti 2 beberapa rumah yang terbakar, barang – barang milik warga berhamburan.

Kemudian Klinik juga kondisinya rusak parah karena terbakar dan hanya tinggal puing – puing.

Selanjutnya adalah sekolah, di sekolah ada rumah guru dan tiga ruang belajar. Kaca dari sebagian ruang kelas pecah, satu ruangan kursi dan barang – barang berhamburan, namun ada juga ruangan kelas yang kondisinya baik dan masih lengkap.

Untuk gedung gereja, bangunan masih utuh hanya saja, kursi dan barang – barang berhamburan.

Berita Terkait
Baca Juga