Melalui Sekolah Lapang, Petani Asli Papua di Asmat Dapat Pengetahuan Baru

Rudolf D. Noviarto
Rudolf D. Noviarto

ASMAT | Dinas Tanaman Pangan dan Pertanian Kabupaten Asmat, Papua Selatan, melalui Bidang Pengembangan Sumber Daya Pertanian melaksanakan kegiatan sekolah lapang bagi petani orang asli Papua (OAP).

Sekolah lapang merupakan proses pembelajaran non formal bagi petani untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dalam mengenali potensi, menyusun rencana usaha tani, identifikasi dan mengatasi permasalahan, mengambil keputusan dan menerapkan teknologi yang sesuai dengan sumberdaya yang ada, sehingga usaha tani lebih efisien berproduktivitas tinggi dan berkelanjutan.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Pertanian Rudolf D. Noviarto, mengatakan program sekolah lapang menggunakan dana Otonomi Khusus ini dilakukan pada 7 kampung di 7 distrik, yang didampingi oleh PPL pada kampung-kampung tersebut.

Diantaranya, Kampung Bis Agats, Sauti, Nakai, Kamur, Yasiuw, Sagare, dan Kampung Binam.

“Kegiatan ini menggunakan APBD yang bersumber dari dana Otsus tahun anggaran 2022,” kata Rudolf, Kamis (22/9/2022).

Komoditas yang dijadikan materi pembelajaran adalah tanaman hortikultura (sayuran).

Rudolf pun berharap, setelah kegiatan sekolah lapang ini para petani dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dalam berusaha tani yang efisien, berproduktivitas tinggi, mandiri dan berkelanjutan.

“Semoga dengan sekolah lapang ini dapat bermanfaat bagi petani OAP demi meningkatkan ekonomi,” pungkas Rudolf.

Tanggapi Berita ini

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.