Mencari Nahkoda Baru IKT Mimika

Ayub Pongrekun
Ayub Pongrekun

OPINI

Oleh: Ayub Pongrekun

Masa kepemimpinan Yohanes Bassang telah selesai. Pergantian nahkoda IKT Mimika akan segera dilaksanakan.

Musyawarah Daerah (Musda) Ikatan Keluarga Toraja (IKT) Mimika yang ke III akan segera berlangsung. Dalam adat masyarakat Toraja, Musda memiliki makna Kombongan, yaitu suatu pertemuan besar untuk membahas sesuatu hal dan mengambil keputusan.

Musda adalah agenda pergantian kepengurusan dalam IKT. Selain penggantian kepengurusan, Musda juga menjadi media untuk mengevaluasi perjalanan kepengurusan dan sekaligus melakukan perencanaan terhadap agenda-agenda IKT kedepannya.

Sistem Musda

IKLAN-TENGAH-berita

Diawal-awal IKT berdiri, pemilihan ketua IKT dilakukan dalam bentuk rapat biasa yang diwakili arisan keluarga dan tua-tua Toraja untuk memilih ketua IKT yang baru. Dalam perkembangannya, IKT memulai Musda dengan sistem yang lebih berkembang dan dinamis, dalam menentukan siapa ketua IKT.

Tahun 2010 untuk pertama kalinya IKT mengadakan Musda. Musda I dilakukan dengan sistem pemilihan langsung. Setiap warga Toraja yang ada di Timika, memiliki hak untuk memilih siapa yang menjadi Ketua IKT. Kemudian, lima tahun kemudian Musda II dilaksanakan dengan sistem perwakilan dari tiap-tiap Persekutuan Keluarga, perwakilan ini yang memilih siapa ketua IKT.

Jika melihat fungsi penting dari Musda, maka Musda III selanjutnya akan lebih baik jika menggunakan sistem keterewakilan dari tiap-tiap Perseketuan Keluarga. Dengan pertimbangan, bahwa Musda sebagai wadah Kombongan, menjadi tempat untuk saling bertukar pikiran antara Persekutuan Keluarga dalam tubuh IKT. Mejadi tempat dialog dalam melakukan Evaluasi. Menjadi sarana menentukan rancangan perjalanan IKT kedepannya. Agenda pemilihan Ketua menjadi salah satu bagian dari rangkaian Musda, dalam artian, Musda tidak hanya terfokus pada pemilihan Ketua IKT.

Jika menggunakan sistem pemilihan langsung, ada hal mendasar yang mesti diselesaikan terlebih dahulu, yaitu : Data Anggota IKT Mimika. Sampai hari ini, data anggota IKT tidak jelas. Hal ini menjadi kendala ketika akan melakukan sistem pemilihan langsung, oleh karena penggunaan hak suara tidak dapat dijamin. Orang Toraja yang tidak terdata otomatis tidak memiliki hak suara/hak memilih.

IKT dalam catatan perjalanan

Jika orang Toraja di Timika ditanya siapa Ketua IKT pertama, maka mereka akan menjawab, Ne’ Thomas. Ya, nama beliau akan selalu dikenang sebagai figur yang merintis “Jalan” lahirnya IKT Mimika.  Sekitar tahun 1980an IKT mulai dirintis keberadaannya. Ditengah terbatasnya orang-orang Toraja di Timika, orang-orang tua Toraja saat itu seperti Ne’ Alang, Ne’ Borong, Ne’ Sampe, Ne’ Bunga, Pak Paulus Linggi, Pak Anton Danggo dan orang-orang tua lainnya membangung semangat ‘Sang Torayaan’ dalam segala keterbatasan kondisi yang ada. Semangat kebersamaan membuat orang Toraja sangat kompak dalam banyak hal.

Prev1 of 4

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar